Pengusaha Mal Ikut Gerah dengan Kenaikan Pajak Hiburan 40%-75%

Jum'at, 19 Januari 2024 | 16:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai naiknya pajak hiburan tertentu mulai dari 40 persen hingga 75 persen bisa mengganggu bisnis pusat perbelanjaan alias mal.

"Masalah pajak Hiburan, ini pasti akan mengganggu meskipun pemerintah akan menunda dan sebagainya, kalau ditanya ada gangguan? Pasti mengganggu karena banyak Mal yang juga ada karaoke dan sebagainya, ada spa," kata Alphonzus seperti dikutip, Jumat (19/1/2024).

Meski demikian, APPBI berharap pusat perbelanjaan tidak terlalu terdampak imbas dari kenaikan tarif pajak hiburan tertentu. Lantaran, Pemerintah melakukan penurunan tarif Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT) jasa kesenian dan hiburan secara umum, dari semula sebesar paling tinggi 35 persen menjadi paling tinggi 10 persen.

Tujuannya untuk menyeragamkan dengan tarif pungutan berbasis konsumsi lainnya seperti makanan dan/atau minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, dan jasa parkir sebagai bukti komitmen pemerintah mendukung pengembangan pariwisata dan menyelaraskan dengan kondisi perekonomian.

Diketahui jenis kesenian dan hiburan yang dikenakan pajak 10 persen meliputi: (i) tontonan film atau bentuk tontonan audio visual lainnya yang dipertontonkan secara langsung di suatu lokasi tertentu; (ii) pergelaran kesenian, musik, tari, dan/atau busana; (iii) kontes kecantikan; (iv) kontes binaraga; (v) pameran; (vi) pertunjukan sirkus, akrobat, dan sulap; (vii) pacuan kuda dan perlombaan kendaraan bermotor.

Kemudian, (viii) permainan ketangkasan; (ix) olahraga permainan dengan menggunakan tempat/ruang dan/atau peralatan danperlengkapan untuk olahraga dan kebugaran; (x) rekreasi wahana air, wahana ekologi, wahana pendidikan, wahana budaya, wahana salju, wahana permainan, pemancingan, agrowisata, dan kebunbinatang; (xi) panti pijat dan pijat refleksi; dan (xii) diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa.

"Tetapi mudah-mudahan pusat belanja tidak terlalu berdampak, tapi ada penggantinya, bioskop, wahana permainan anak-anak, itu turun jadi hanya 10 persen," ujarnya.

Sementara, terkait karaoke dan mandi uap/spa yang dikenakan pajak 40-75 persen, APPBI juga berharap tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja pusat perbelanjaan.

"Jadi mudah-mudahan kami berharap di satu titik karaoke dan sebagainya tidak akan terganggu. Makannya, berharap pemerintah bisa melakukan penundaan dan melakukan peninjauan kembali," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: