Backlog Rumah di RI Diramal Terus Bertambah di 2024

Selasa, 23 Januari 2024 | 09:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Angka backlog atau kesenjangan total rumah terbangun dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat diperkirakan makin bertambah atau mengalami pelebaran di tahun ini atau 2024.

Meski sulit dipastikan angka pastinya karena kurangnya sensus riil dan kondisi pasar properti yang melambat.

Pengamat Properti Anton Sitorus menilai, perkiraan angka ini belum dipastikan dengan jelas, akibat pandemi yang menjadi faktor utama sulitnya memperoleh data yang akurat.

Menurutnya, angka yang sering disampaikan oleh pemerintah, pengembang, dan asosiasi hanya bersifat estimasi, tidak pernah benar-benar mencerminkan angka yang sebenarnya.

"Angka yang disebutkan pemerintah, pengembang, asosiasi, dan teman-teman jurnalis media, itu semua hanya angka estimasi, tidak pernah tahu angka yang asli berapa, kita enggak bisa hitung, Indonesia tuh seperti itu kondisinya," katanya seperti dikutip, Selasa (23/1/2024).

Dirinya juga menyoroti perubahan tren dalam produksi dan pasokan rumah baru. Tahun lalu, terjadi peningkatan produksi rumah baru, namun dalam setahun terakhir, produksi tersebut mengalami penurunan.

Faktor-faktor seperti harga material yang meningkat, perubahan harga pasar, dan kondisi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya menjadi pemicu penurunan produksi.

"Nah kalo misalnya produksi rumah secara total berkurang, sementara potensi permintaan akibat pertumbuhan penduduk maupun permintaan investor secara itung-itungan akan membuat backlog meningkat. Jadi akibat tren pasokan produksi rumah yang berkurang diperkirakan backlock meningkat, ini perkiraan saya yah," ujarnya.

Anton juga menilai bahwa angka backlog itu tidak akan berbeda jauh, karena menurutnya angka backlog itu angka imagine, imajiner, yang artinya hanya angka perkiraan. kbc10

Bagikan artikel ini: