Synology Tawarkan Solusi Backup Data bagi UMKM

Selasa, 23 Januari 2024 | 17:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Synology, perusahaan penyedia solusi Network Attached Storage (NAS), yang ditujukan untuk penyimpanan data, manajemen data, perlindungan data, serta surveillence menawarkan solusi backup data bagi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Segmen ini dinilai rentan terhadap serangan siber, karena kesadaran dari para pelaku bisnis soal ancaman siber masih rendah.

"Di tengah era digital yang semakin maju, ancaman serangan siber seperti ransomware, yang dapat mengenkripsi data korban dan meminta tebusan, terus mengintai setiap entitas bisnis. Ironisnya, meskipun pentingnya keamanan data sudah tak diragukan lagi, masih banyak bisnis di Indonesia, terutama di sektor UMKM, yang belum melakukan backup untuk melindungi data mereka," kata Director of International Business Department Joanne Weng di Jakarta, Selasa (23/1/2024).

Menurut Joanne, dalam mempertimbangkan berbagai pilihan yang ada di pasaran, Synology menjadi pilihan yang menonjol sebagai solusi tepat bagi bisnis. Selain menawarkan penyimpanan yang kapasitasnya dapat disesuaikan, Synology juga hadir dengan solusi backup terintegrasi yang komprehensif, cocok untuk berbagai jenis platform dan perangkat.

"Kelebihan utama Synology terletak pada biaya yang ekonomis, kompatibilitas yang luas, dan kapasitas yang dapat disesuaikan. Berbeda dari solusi backup tradisional, Synology menyajikan sistem backup terpusat yang dapat beroperasi lintas platform, dilengkapi dengan teknologi seperti deduplikasi global yang meningkatkan efisiensi penggunaan ruang penyimpanan," kata Joanne.

Selain itu, tambah Joanne, antarmuka pengguna yang ramah memudahkan penggunaan bagi UMKM, yang sering kali tidak memiliki pengalaman teknis mendalam. "Fleksibilitas dan transparansi harga dari Synology memastikan bahwa UMKM dapat memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka," ungkap Joanne.

Joanne menambahkan, solusi backup yang ideal untuk UMKM haruslah memenuhi beberapa kriteria khusus. Yang pertama adalah aspek keterjangkauan biaya, mengingat anggaran yang terbatas sering menjadi kendala utama bagi UMKM.

Kedua, solusi tersebut harus mudah terintegrasi dengan sistem yang telah ada. Dinamika infrastruktur hybrid saat ini mengakibatkan data tersebar di berbagai platform dan perangkat, yang menambah kompleksitas dalam pengelolaan data. Proses migrasi data juga dapat menimbulkan risiko keamanan. Solusi ideal harus fleksibel dan mendukung berbagai platform yang umum digunakan dalam operasional bisnis. kbc11

Bagikan artikel ini: