Harga Tiket Pesawat Masih Selangit, Sandiaga Ungkap Ini Biangnya

Selasa, 23 Januari 2024 | 20:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga tiket pesawat domestik hingga saat ini masih dikeluhkan cukup tinggi. Hal ini disimpulkan berdasarkan kajian yang dilakukan pihak Kementerian Parekraf.

"Yes, kami sudah identifikasi?," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno seperti dikutip, Selasa (23/1/2024).

Pertama, adalah kurangnya jumlah pesawat. Kedua, masalah minimnya jumlah penerbangan. Ketiga, masalah ketersediaan kursi bagi penumpang.

Keempat, biaya bahan bakar dan beberapa biaya penunjang lainnya. Selain itu, menurut Sandiaga, harga tiket sekarang lebih mahal dibandingkan dengan masa Pandemi Covid-19.

Kemenparekraf mencatat, harga tiket paling mahal berada di wilayah Indonesia Timur dan sejumlah daerah wisata. Salah satu contohnya adalah penerbangan dari Bali ke Sumba, Nusa Tenggara Timur.

"Mahal dari bali ke sumba, penerbangan cuma sebentar pakai baling-baling tapi harganya luar biasa,ini salah satu yang dikeluhkan (masyarakat)," jelasnya.

Dalam jangka panjang, Sandiaga pun menilai hal ini bisa berdampak negatif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tingginya harga tiket penerbangan domestik bisa berdampak terhadap berkurangnya wisatawan lokal.

Oleh sebab itu Sandiaga mengatakan sedang berkomunikasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, maskapai penerbangan, dan pemerintah daerah untuk mengatasi hal ini.

"Kita ingin agar (harga tiket) lebih terjangkau dan banyak opsi penerbangan ke destinasi wisata," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: