Nasabah Bank Mandiri Taspen dan Keluarga Antusias Bisa Operasi Katarak di RS Husada Prima

Senin, 5 Februari 2024 | 09:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Puluhan nasabah Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) antusias bisa mendapatkan layanan operasi katarak yang digelar bersama Allianz di Rumah Sakit Husada Prima, Pegirian, Surabaya, Minggu (4/2/2024).

Mereka bersyukur akhirnya bisa memulihkan kondisi penglihatannya. Salah satunya Siti Nurjanah (64). Dia datang bersama putrinya.

Sebelumnya, pensiunan guru ini sudah melewati screening pada Januari kemarin.

Proses screening dilakukan sebagai tahap awal dalam program operasi katarak dan berlangsung di Kantor Cabang Bank Mandiri Taspen Surabaya.

Siti mengeluhkan pandangan yang kabur. Kondisi ini semakin hari membuatnya merasa semakin tidak nyaman.

Apalagi saat menjadi guru, harusnya Ibu Siti sudah mulai rajin menggunakan kacamata sejak dulu. Namun, penggunaan alat bantu itu dia abaikan begitu saja karena berpikir sekadar masalah pandangan mata kabur biasa.

Lambat laun Siti Nurjanah didiagnosis mengalami katarak. Namun demikian, dia juga belum berpikir melakukan operasi karena pertimbangan biaya.

Dia tak memungkiri jika kebanyakan orang takut mendengar kata operasi. Padahal, operasi katarak hanya tindakan penyinaran saja dan tidak menyakitkan. Maka, Ibu Siti Nurjanah bersyukur Bank Mandiri Taspen menggelar screening dan operasi bagi nasabah dan keluarga nasabah tanpa memungut biaya apapun dari mereka. Ia merupakan satu di antara 34 orang yang lolos proses screening dari total 100 peserta.

"Alhamdulillah hari ini tindakan operasinya," kata Siti Nurjanah.

Dia berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan. Sebagai pensiunan, Ibu Siti Nurjanah juga berpesan agar sesama nasabah Bank Mandiri Taspen tetap semangat.

"Kalau bisa operasi ini diperluas. Karena (bagi) pensiunan, masa lalu harus ditinggal, dikuburkan, masa depan harus dipandang mantap," ucapnya optimis.

Siti Nurjanah kebetulan mendapat kesempatan pertama masuk ruang operasi. Dia ditangani para dokter berpengalaman.

Operasi katarak berlangsung antara 15-30 menit. Setelah itu pasien butuh waktu penyembuhan atau pemulihan selama kurang lebih satu hari.

"Biasanya besoknya perlahan bisa melihat lagi," kata dr Ifan Romadhon, S.p.M, dokter spesialis mata di RS Husada Prima sekaligus mewakili PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Jatim selaku mitra pelaksanaan baksos.

Dia mengatakan, operasi ini didukung beberapa dokter spesialis mata dan tenaga kesehatan. Selain itu, ia berharap operasi ini dapat membantu mengembalikan penglihatan pasien.

Apalagi, dokter mata di RS Husada Prima ini kerap melakukan operasi berbagai jenis gangguan penglihatan. "Semoga ke depan kerja sama ini dapat berlanjut," kata dr Ivan.

Sementara pada kegiatan CSR bertema "Mantap Melihat" tersebut, Bank Mandiri Taspen bekerja sama dengan Allianz Indonesia.

Bank Mandiri Taspen tidak hanya menegaskan komitmen bank terhadap peningkatan kesehatan nasabah, tetapi juga menunjukkan sinergi yang kuat antara sektor perbankan dan asuransi khususnya bersama Allianz Indonesia.

Selain itu, operasi katarak juga sebagai salah satu inisiatif Mantap Sehat yang merupakan salah satu dari tiga pilar Mantap Indonesia milik Bank Mandiri Taspen dalam mendukung program kesehatan yang berkelanjutan.

"Inisiatif ini adalah langkah nyata kami dalam memenuhi tanggung jawab sosial. Kami percaya bahwa dengan kesehatan yang baik, nasabah kami dapat menikmati hidup yang lebih bahagia dan sejahtera," kata Elmamber Sinaga, Direktur Utama Bank Mandiri Taspen.

Sementara Head of Digital, Credit Life & Emerging Consumers Allianz Danis Samagan dalam kesempatan yang sama ikut menyampaikan rasa bangga.

"Kami percaya bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap individu. Dengan program operasi katarak ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami lebih dari sekedar penyedia layanan asuransi. Kami adalah mitra dalam kesehatan dan kesejahteraan nasabah," ucapnya.

Inisiatif Bank Mandiri Taspen dan Allianz Indonesia dalam menyelenggarakan program operasi katarak ini diharapkan akan berkontribusi besar dalam mencegah kebutaan akibat katarak. Pada akhirnya, bisa meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan nasabah. Tidak hanya pada kesehatan visual tetapi juga pada aspek sosial ekonomi kehidupan nasabah dan keluarganya. kbc7

Bagikan artikel ini: