Dua Hal Ini Jadi Tantangan Ekspor RI di Awal 2024

Senin, 12 Februari 2024 | 10:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Indonesia pada awal tahun 2024 berpotensi menghadapi sejumlah kendala.

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, salah satu yang menjadi tantangan pertumbuhan volume dan nilai ekspor pada awal tahun ini adalah kinerja perekonomian negara mitra dagang utama.

"Seperti China dan Amerika Serikat (AS), ada potensi mengalami perlambatan pertumbuhan pada kuartal I-2024, sehingga pun akan mengurangi potensi ekspor Indonesia," kata Josua seperti dikutip, Senin (12/2/2024).

Ekonomi China pada tiga bulan pertama tahun ini diyakini akan tumbuh di kisaran 4,2 persen secara tahunan atau year on year (yoy), atau melambat dari 5,2 persen (yoy) pada kuartal IV-2023. Pun pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I 2024 diperkirakan hanya menyentuh 2 persen (yoy), alias melambat dari capaian 3,3 persen (yoy) pada tiga bulan terakhir tahun lalu.

Dengan perlambatan perekonomian negara mitra dagang, maka Josua meyakini permintaan dari negara-negara tersebut terhadap barang ekspor Indonesia, akan berkurang. Selain itu, harga komoditas juga masih menjadi soal. Komoditas andalan Indonesia seperti batubara mengalami penurunan harga.

Secara tahun berjalan atau year to date (ytd), Josua melihat harga batubara menurun 17 persen (ytd). Sedangkan harga minyak sawit mentah (CPO) naik 6 persen (ytd) dan harga minyak naik 7 persen. Tak terlalu tinggi. Tantangan nilai ekspor tersebut juga akan membawa potensi penyusutan surplus neraca perdagangan Indonesia.

Dari perhitungannya, surplus neraca perdagangan pada kuartal I-2024 berpotensi berada di kisaran US$7 miliar, atau menurun bila dibandingkan capaian surplus kuartal I-2023 yang sebesar US$12,24 miliar.

Penurunan surplus neraca perdagangan ini juga akan mendorong terjadinya defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

CAD pada kuartal I-2024 diyakini berada di kisaran 0,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) hingga 0,4 persen dari PDB. kbc10

Bagikan artikel ini: