Hasil Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Positif ke Pasar Saham

Kamis, 15 Februari 2024 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hari pencoblosan Pemilu 2024 sudah berlangsung. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul di sejumlah lembaga dalam perhitungan cepat alias quick count.

Sementara berdasarkan hasil real count Pilpres 2024 yang dilakukan KPU, pada pukul 21:00 WIB (14/2) sementara pasangan Prabowo-Gibran berhasil meraih 56,19% dengan 6.454.152 suara.

Pasangan nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mencatat perolehan 23,8% dengan jumlah 2.353.828 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 19,52% atau 1.929.884 suara.

Hasil quick count ini membuka peluang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan berlangsung satu putaran saja.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, hasil dari quick count bisa saja berdampak positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk jangka pendek.

Sebab, hasil quick count memperlihatkan kemungkinan pilpres hanya satu putaran. Namun, pasar tentu masih harus menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, di sisi lain, juga perlu diperhatikan sentimen global terhadap pergerakan pasar modal Indonesia. Misalnya, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) kemarin yang di atas ekspektasi pasar.

"Hal ini memungkinkan The Fed tidak begitu agresif dalam menaikkan suku bunga," kata Azis seperti dikutip, Kamis (15/2/2024).

Azis melihat, Indonesia dalam 10 tahun ke depan masih akan cenderung stabil. Sebab, The Fed akan cenderung tidak agresif dalam menurunkan suku bunga, karena data inflasi yang masih tinggi.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak di level 7.600 pada semester I dan 7.800 hingga akhir tahun 2023. Untuk rupiah, kami perkirakan jika menguat hingga akhir tahun, masih berada di level Rp 15.000 per dolar AS," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: