KPPU Minta Distributor dan Agen Bahan Pokok Tidak Mainkan Harga

Sabtu, 17 Februari 2024 | 11:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI M. Fanshurullah Asa meminta distributor atau agen bahan kebutuhan pokok untuk tidak memainkan harga. Permintaan ini disampaikan usai Fanshurullah Asa melakukan tinjauan pasar bersama Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan stakeholder terkait di pasar Tambahrejo Surabaya, Sabtu (17/2/2024).

Dari tinjauan yang dilakukan bersama, diketahui ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, seperti beras premium. Kenaikan ini telah terjadi sejak sebulan ini sehingga harga beras premium di pasar Tambahrejo sudah menyentuh Rp 16.000 per kilogram, padahal HET beras premium mencapai Rp 13.900 per kilogram. Sementara menurut pedagang, stok masih aman dan tidak ada kekurangan.

"Kami lakukan pengecekan di lapangan, dari sisi pasokan tidak ada masalah. Kita cek ke masyarakat, ke penjual, tidak ada masalah. Tetapi harga masih di atas. HET beras premium Rp 13.900 per kilogram, sedangkan HET beras medium Rp 10.900 per kilogram. Sementara di pasar harga mencapai Rp 16.000 per kg. Pedagang beli di agen harganya sudah Rp 15.000 per kg. Jadi di agen sudah mahal. Makanya kami wanti-wanti kepada distributor, kepada agen, tolong jangan harga diatur. Mainkan harganya di Rp 16.000, jangan begitu. Itu berarti menyalahi di persidangan usaha, ini tidak sehat. Apalagi sudah ada HET. Jualah beras sesuai dengan HET," ujar Fanshurullah Asa.

Sementara untuk daging sapi dan unggas, ia mengatakan masa stabil, harganya masih dibawah HET. Untuk daging sapi kualitas bagus, harga di pasar Tambahrejo stabil di harga Rp 130.000 hingga Rp 140.000 per kg. Sedangkan harga daging ayam broiler memang telah mengalami kenaikan sejak 4 hari yang lalu.

Menurut Ibu Nurul Huda, pedagang ayam pasar Tambahrejo, kenaikan berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kg per hari, sehingga saat ini harganya di pasar sudah mencapai Rp 34.000 per kg dari harga normal Rp 32.000 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi untuk komoditas cabe rawit dan gula pasir. Menurut ibu Warinten, pedagang bahan pokok dan sayuran di pasar Tambahrejo, saat ini harga cabe rawit mencapai Rp 80.000 per kg dari harga normal Rp 40.000 per kg. Kenaikan terjadi sejak seminggu ini. Sedangkan harga gula juga mengalami kenaikan menjadi Rpb16.500 per kg. dari harga normal Rp 12.000 per kg

Menanggapi temuan tersebut, Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono memastikan bahwa stok bahan pokok di Jatim aman dan tersedia. Namun yang tengah didalami adalah terjadinya fluktuasi harga. Sejumlah bahan pangan yang terjadi,khususnya beras premium.

"Yang paling penting sekarang adalah mencari persoalan, kenapa distributor atau agen menaikkan harga sehingga menyebabkan pedagang membeli stok jadi mahal. Seluruh pedagang sebenarnya wajar dalam mengambil untung dan menaikkan harga. Ini yang akan kita cari setelah ini, kita coba bagaimana intervensinya kepada agen," katanya.

Khusus untuk cabe rawit, kenaikan terjadi karena musim hujan."ini hanya persoalan memanage bagaimana cabe bisa tahan lama. Mungkn kalau ada cool storage yang besar, ini yang sudah kita upayakan bisa mengatur semuanya. Tetapi mekanisme pasar menjadi penting. Saya kira seluruh harga masih dalam batas wajar. Dan menjelang Ramadhan ini harus betul-betul kota jaga, walaupun ada kenaikan masih dalam taraf wajar," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: