LRT Bali Siap Lakukan Groundbreaking Tahap 1 Pada September 2024

Senin, 19 Februari 2024 | 07:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek LRT Bali bakal dilakukan pada September 2024 mendatang.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, proyek LRT Bali yang akan di-groundbreaking pada September mendatang merupakan tahap 1 yakni dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai ke Central Park di Kuta.

"Groundbreaking direncanakan bulan September 2024 untuk tahap 1. Itu rencana groundbreaking phase 1A Airport-Depo sekitar 6,3 kilometer (km)," ujarnya dikutip, Senin (19/2/2024).

Dia mengungkapkan, saat ini proses rencana pembangunan LRT Bali sedang dalam tahap penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS) oleh Korea National Railway (KNR) dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank.

Adapun FS ini telah dimulai sejak Januari lalu dan ditargetkan akan selesai pada April mendatang. "Saat ini tahap penyelesaian study FS oleh KNR. Target selesai April 2024," kata Adita.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, LRT Bali siap dibangun setelah dilakukan studi sejak lama.

"Kita berharap groundbreaking itu early next year, awal tahun depan bisa ground breaking karena itu studinya sudah lama dilakukan tapi berhenti Covid-19," kata Luhut pada September 2023 lalu.

Luhut mengungkapkan, salah satu alasan pembangunan LRT Bali 2024 adalah mengatasi kemacetan yang terjadi di Bali. "Kalau tidak dilakukan itu tahun 2026 itu Airport Ngurah Rai akan stuck karena penumpang akan 24 juta pada waktu itu," jelas dia.

Melihat kondisi kemacetan di Bali saat ini, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra juga merasa Bali sangat membutuhkan adanya transportasi massal modern. Menurutnya, seiring dengan peningkatan pariwisata Bali, maka kemacetan parah akan terjadi di beberapa titik pada jam-jam sibuk.

"Pada jam-jam tertentu itu terjadi kemacetan luar biasa di Bali, terutama dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke wilayah Kuta sampai Canggu," ungkapnya.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Bali saat ini lebih memprioritaskan pembangunan Fase 1 LRT, yaitu dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Seminyak melalui Central Park.

Nantinya, dalam jangka panjang, LRT Bali akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai ke Seminyak hingga tembus ke Canggu dengan total jarak 20 kilometer. Proses pembangunan LRT Bali sendiri diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih tiga sampai empat tahun.

Sumber Dana Pembangunan LRT Bali Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan, Pemprov Bali akan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen, sedangkan pemerintah pusat sebagai minoritas dengan saham 49 persen. Adapun skema pendanaan dapat dilakukan lewat sejumlah opsi, termasuk dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Jadi baik capital expenditure (capex) maupun operasional expenditure (opex), Pak Gubernur Balli dan Pak Bupati Badung sudah bersedia menjadi penyangga mendanai capex," jelas Budi.

Tidak hanya dari dalam negeri, beberapa negara asing juga berminat memberikan investasi untuk proyek pembangunan LRT Bali 2024, salah satunya Korea Selatan.

Pemerintah pun akan menerima siapa pun investornya jika sudah memenuhi ketentuan seperti memiliki teknologi pembangunan LRT, kemampuan pembangunan yang cepat dan biaya yang kompetitif, serta bersedia melakukan transfer teknologi. kbc10

Bagikan artikel ini: