Pengamat Minta Kenaikan Tarif Tol Harus Perhatikan Momen

Rabu, 21 Februari 2024 | 13:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pengamat menilai kenaikan tarif tol pada sejumlah ruas tol yang terjadi belakangan ini kurang tepat di tengah melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan saat ini.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menjelaskan, kenaikan tarif tol ini tentu bakal berdampak pada peningkatan biaya logistik. Hal tersebut tentunya akan direspons dengan adanya kenaikan harga barang di pasar.

"Saya rasa ini memang harus diperhatikan momennya, harusnya kenaikan setelah lebaran, ini kondisi masyarakat masih dihadapkan oleh harga-harga yang terus merangkak naik, di satu sisi menghadapi lebaran, tentu pengeluaran tinggi sekali," ujar Trubus seperti dikutip, Rabu (21/2/2024).

Menurutnya, kenaikan tarif tol setiap dua tahun sekali merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk menjaga iklim investasi di jalan tol. Akan tetapi peningkatan tarif tersebut dirasa perlu untuk melihat momentum hari besar keagamaan, hingga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Trubus menilai, rencana kenaikan beberapa ruas jalan tol hingga Bulan Maret mendatang akan melewati momentum puasa dan Lebaran. Mengingat pada musim tersebut konsumsi masyarakat cenderung tinggi, kenaikan tarif tol tentu akan menambah beban. Menurutnya, kenaikan tarif tol cocok diterapkan setelah musim Lebaran.

Sekadar informasi tambahan, setidaknya ada 4 ruas tol yang dalam waktu dekat mengalami kenaikan. Seperti Jalan Tol Jakarta - Cikampek, Jalan Tol Layang MBZ, Jalan Tol Serpong - Cinere, dan Jalan Tol Jombang - Mojokerto. kbc10

Bagikan artikel ini: