Bahan Bakar Hidrogen Hijau Dikembangkan, Konsumen Cuma Bayar Rp276 per Km

Rabu, 21 Februari 2024 | 17:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ternyata bahan bakar green hidrogen (hidrogen hijau, red) dihasilkan dari sisa operasional pembangkit listrik. Harga jualnya empat kali lebih murah dibandingkan bahan bakar mobil besin.

"Ongkos-ongkos pemakaian green hydrogen jauh lebih murah dari penggunaan BBM yang sebesar Rp 1.300 per km. Tak hanya itu, bahan bakar bertenaga hidrogen hijau juga lebih hemat dibanding kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Dengan perbandingan, tarif home charging sebesar Rp 350-400 untuk jarak tempuh 1 km, sementara ultra fast charging Rp 555 per km. Sementara mobil hidrogen yang menggunakan HRS disini hanya membayar Rp 276 per km," ujar Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo saat peresmian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hidrogen atau hydrogen refueling station (HRS) di Jakarta, Rabu (21/2/2023).

Darmawan pun menegaskan, BBM sebagian bahan baku masih harus diimpor.Sementara hidrogen sepenuhnya produk dalam negeri.Saat ini  PLN memiliki kapasitas 203 ton hidrogen hijau per tahun dari 22 pembangkit yang diproduksi.

Angka ini cukup memenuhi kebutuhan sebanyak 438 mobil bertenaga hidrogen. Jumlah tersebut, ungkapnya, dapat mengurangi konsumsi pemakaian BBM hingga 1,59 juta liter per tahun. Kemudian, bakal ada penurunan emisinya hingga 4,15 juta kilogram CO2 per tahun.

"Nah, kebutuhan PLN untuk pendinginan pembangkit kami hanya 75 ton.Artinya, ada 128 ton hidrogen hijau yang bisa digunakan untuk sektor transportasi," jelas Darmawan.

Darmawan menambahkan, pihaknya terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk transisi energi dengan pemanfaatan hidrogen hijau sebagai energi alternatif ramah lingkungan pengganti energi fosil. "Kami tentu saja mendukung program pemerintah untuk mengurangi pemakaian energi BBM, dari energi berbiaya tinggi menjadi biaya murah," ujarnya.

Darmawan kemudian menjelaskan, HRS Senayan yang berada di Jalan Tentara Pelajar Nomor 33, Grogol Utara, Jakarta Selatan, merupakan pilot project atau percontohan SPBU hidrogen pertama di Indonesia. Perusahaan setrum negara baru membangun satu SPBU hidrogen. HRS Senayan akan melayani segala jenis kendaraan berbasis hidrogen dari kendaraan pribadi, kendaraan umum, hingga kendaraan berat.

HRS Senayan bakal mampu melayani hingga 8 kendaraan dalam satu hari. Saat ini HRS yang digunakan berbasis tekanan 350 bar dan selanjutnya akan ditambahkan dengan HRS berbasis 700 bar. kbc11

Bagikan artikel ini: