Resmi Dilanjutkan di 2024, Program Prakerja Bidik 1,148 Juta Peserta

Senin, 26 Februari 2024 | 08:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah kembali melanjutkan Program Prakerja dan gelombang baru pun sudah dibuka. Ditargetkan, akan ada 1,148 juta peserta yang mengikuti program ini.

"Pada hari ini, dibuka gelombang baru penerima Prakerja. Dengan target peserta sebesar 1,148 juta. Kuota ini akan dieksekusi secara bertahap oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Komite Cipta Kerja, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (26/2/2024).

Penyelenggaraan Prakerja tahun ini ditingkatkan kualitasnya dengan adanya moda pelatihan tambahan yang mendukung fleksibilitas dan aksesibilitas khususnya untuk peserta dari Indonesia Timur yang memiliki perbedaan waktu, yaitu diaktifkannya kembali pelatihan asynchronous.

Ada beberapa hal yang diperkuat dalam Prakerja tahun ini mulai dari peningkatan kolaborasi yakni Program Prakerja akan bekerja sama dengan lebih banyak pihak khususnya kementerian/lembaga untuk menyediakan berbagai pelatihan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Jangkauannya pun diperluas, Program Prakerja akan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal, juga mendorong keterlibatan Lembaga Pelatihan di lebih banyak kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Juga meningkatkan kualitas pelatihan di mana moda pelatihan akan ditambah dengan adanya moda asynchronous yaitu moda pembelajaran mandiri atau Self-Paced Learning (SPL).

Metode ini memiliki keunikan dimana pelatihan harus diakses sesuai alur/sequence yang disampaikan, dan tidak bisa di-skip maupun dipercepat. Meskipun moda ini dapat memberikan fleksibilitas, tapi moda ini membutuhkan komitmen personal yang lebih tinggi dari penggunanya.

Adapun program yang diluncurkan sejak 2020 ini telah memberikan manfaat kepada 17,5 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Selama tiga tahun lebih, Program Kartu Prakerja telah memberikan akses pelatihan secara inklusif diantaranya 51% perempuan, 48% berasal dari 212 kabupaten/kota miskin ekstrem, 2% dari kabupaten/kota tertinggal, dan 3% dari penyandang disabilitas. kbc10

Bagikan artikel ini: