Subsidi FLPP Rumah Tahun Ini Turun Jadi 166 Ribu Unit

Rabu, 28 Februari 2024 | 05:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) melalui subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 166 ribu unit rumah tahun ini dengan anggaran Rp13,7 triliun.

Jumlah itu turun dibandingkan alokasi di 2023 sebesar 229 ribu unit dengan anggaran Rpp26,3 triliun.

Meski demikian, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menyebut bahwa pemerintah berencana menambahnya menjadi 220 ribu unit.

"Jumlah ini lebih rendah dibanding 2023, namun sesuai dengan hasil rapat internal 27 Oktober 2023, pemerintah berkomitmen memenuhi dana FLPP 2024 menjadi 220 ribu unit," katanya seperti dikutip, Rabu (28/2/2024).

Sementara itu Direktur Consumer and Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) Hirwandi Gafar mengatakan, turunnya anggaran menjadi tantangan dalam penyaluran KPR subsidi tahun ini. Dia berharap anggaran dapat ditambah sehingga jumlah unit yang disalurkan bisa meningkat.

"Mudah-mudahan tahun ini akn ada tambahan lagi supaya minimal 220 ribu unit sampai 250 ribu unit yang bisa disalurkan di 2024," katanya.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR awalnya mengusulkan alokasi FLPP tahun ini sebanyak 220 ribu unit. Namun, Kementerian Keuangan hanya menyetujui sebanyak 166 ribu unit.

KPR FLPP merupakan bantuan pembiayaan perumahan untuk meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap rumah layak huni dan terjangkau. Program ini dimulai sejak 2010. kbc10

Bagikan artikel ini: