Rambah Surabaya, Linktown Incar Revenue Rp500 Miliar di 2024

Sabtu, 2 Maret 2024 | 11:45 WIB ET
Dari kiri: Grace Gandawidjaja, Head of Linktown Surabaya; Abel Andy Kurniajaya, Founder & President Director Linktown; Ernesto Prakasa Sadriman, VP Business Development Linktown; Winaldo, Founder & VP Digital Marketing Linktown; dan Bram Pratama Sanusi, VP Business Development Linktown.
Dari kiri: Grace Gandawidjaja, Head of Linktown Surabaya; Abel Andy Kurniajaya, Founder & President Director Linktown; Ernesto Prakasa Sadriman, VP Business Development Linktown; Winaldo, Founder & VP Digital Marketing Linktown; dan Bram Pratama Sanusi, VP Business Development Linktown.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Mulai menggeliatnya pasar properti usai gelaran Pemilu 2024 mendasari sejumlah pelaku usaha di industri ini untuk memperluas pasar. Salah satu wilayah yang dinilai menjadi pasar potensial adalah Surabaya.

Atas dasar hal ini, di usianya yang ke-4 tahun, Linktown sebagai perusahaan digital platform properti yang menjadi penghubung customer dengan developer terbaik di Indonesia ekspansi dengan membuka kantor di Surabaya.

Kantor di Surabaya ini merupakan cabang ke-12, setelah sebelumnya Linktown membuka kantor di Bekasi, Jakarta, Bogor, Tangerang, Cibubur, Depok, dan Bandung.

Founder & VP Digital Marketing Linktown, Winaldo mengatakan, di usia keempat tahun ini, pengembangan bisnis Linktown di Jabodetabek sudah cukup pesat. Secara market, Linktown juga mendominasi penjualan properti primary di Jabodetabek.

"Oleh karena itu, kami berpikir sudah saatnya Linktown untuk melakukan ekspansi keluar Jabodetabek. Kami melihat Surabaya merupakan target market yang sangat menarik dan potensial. Kami juga sangat confident dengan arah pengembangan bisnis kami saat ini," jelas Winaldo di Surabaya, Sabtu (2/3/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, di mana pengembangan properti di Kota Pahlawan ini juga sangat masif dan para developernya pun agresif.

"Dengan masuk ke Surabaya, Linktown yakin akan dapat meningkatkan revenue secara signifikan dan membantu pencapaian target tahunan yang ditargetkan tumbuh sebesar 25% dari tahun lalu. Kami juga siap membantu para pengembang di Surabaya untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan properti mereka," tutur Winaldo.

Menurutnya, pasar properti Surabaya sangat menarik. Di sini banyak pengembang besar dan lokal saling berlomba dalam menghadirkan konsep dan desain yang tidak kalah dengan Jakarta, namun dengan harga yang sangat masih terjangkau.

Linktown pun melihat banyaknya permintaan masyarakat sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik yang ingin memiliki rumah yang dekat dengan Surabaya, sehingga menciptakan kenaikan potensi di Surabaya dan sekitarnya.

"Di samping itu, secara cost ads digital, di Surabaya masih tergolong murah. Di sinilah Linktown melihat potensi yang sangat besar untuk membantu speed up penjualan para developer," kata Winaldo.

Sementara itu, VP Business Development Linktown, Bram Pratama Sanusi mengungkapkan optimismenya. Dia meyakini strategi yang sudah dilakukan di Jakarta akan mempunyai hasil yang lebih baik di Surabaya, karena secara konversi pada data Linktown menunjukkan angka yang lebih baik.

"Kami terus meningkatkan sales force secara masif dan segera bekerja sama dengan semua developer di Surabaya dan sekitarnya. Kami juga akan memperkenalkan dan menawarkan beberapa program kerja sama yang menarik dari tim business development kami ke developer-developer di surabaya, seperti yang sudah berjalan dengan sangat baik di Jabodetabek dalam hal peningkatan penjualan," ujarnya.

VP Business Development Linktown Ernesto Prakasa Sadriman menjelaskan, target Linktown di Surabaya bukan hanya penjualan rumah primary, tetapi juga membantu menjawab permintaan pasar secondary.

Selain itu, Linktown juga sangat ingin berkolaborasi dengan developer yang antusias melakukan percepatan penjualan di proyeknya lewat program-program support business development, yakni linktown.biz yang sudah banyak berhasil dilakukan di Jakarta.

"Program support yang di maksud seperti Lead Generator Program, Dedicated Sales Program, Master Lead Agent, dan Development & Consultant," ujar Ernesto Prakasa Sadriman.

Dia mengungkapkan, enam bulan sebelum kantor cabang Surabaya dibuka, pihaknya bahkan sukses membukukan revenue sebesar Rp99 miliar. Hal inilah yang membuatnya sangat optimistis Linktown Surabaya bakal mampu menyaingi omzet di Jabodetabek.

"Kami menargetkan revenue Linktown Surabaya bisa tembus Rp500 miliar di tahun 2024 ini. Sementara, secara total kami menargetkan revenue Rp2,9 trilliun," ujar Ernesto.

Melanjutkan ekspansinya, terangnya, perusahaan yang bernaung di bawah PT Asia Rumah Utama ini akan membuka tiga kantor cabang baru tahun depan. Linktown tengah menargetkan beberapa lokasi, seperti Makassar, Medan, Kalimantan, dan Bali. kbc7

Bagikan artikel ini: