BULOG Akui Program Bansos Gagal Turunkan Harga Beras

Senin, 4 Maret 2024 | 17:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Utama Perum BULOG Bayu Krisnamurthi mengakui program bantuan sosial (bansos) beras yang digelontorkan pemerintah gagal menurunkan harga beras. Namun, upaya bantuan pangan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan akses bagi 22 juta masyarakat miskin memperoleh beras.

Merujuk panel harga Badan Pangan Nasional, Senin (4/2/20240, pukul 16.30 WIB, harga beras premium berada di level Rp 16.470 per kilogram (kg). Demikian juga beras medium di harga Rp 14.350. Padahal bansos beras sudah digelontorkan sejak April 2023 hingga Desember 2023 mencapai 1.494.441 ton. Sementara hingga 2 Maret 2024, bansos beras sudah tersalurkan sebesar 357.939 ton.

"Kalau ada yang mengatakan bantuan pangan ini tidak berpengaruh terhadap penurunan harga, benar. Tidak berpengaruh," kata Bayu dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri, di Jakarta, Senin (4/3/2024).

Meski tidak membuat harga beras di pasar turun, Bayu mengatakan, bansos beras ini manfaatnya tetap sangat dibutuhkan masyarakat menengah ke bawah. "Tetapi ada 22 juta keluarga yang tidak lagi mencari beras untuk pergi ke pasar. Mereka ini yang paling sensitif terhadap kenaikan harga. Sehingga apabila mereka merasa cukup pembelian 10 kg per bulan, info yang kami terima mencukupi 40-50% kebutuhan keluarga itu dalam satu bulan. Sehingga mereka cukup tenang untuk menjalani hari-harinya karena dia telah memilih beras," tegas Bayu.

Bayu menambahkan, total beras bantuan pangan yang dikirimkan selama empat hari terakhir mencapai 2.160 ton di 16 provinsi. Selain mempercepat penyaluran bantuan pangan, BULOG berencana untuk memperbesar target penyaluran beras SPHP bulan ini atau hingga 250.000 ton.

Total penyaluran beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) sepanjang Februari 2024 mencapai 212.711 ton atau naik 2,13 kali secara bulanan. Bayu menekankan, beras SPHP merupakan beras yang disubsidi oleh pemerintah. Melalui program tersebut, konsumen dapat menikmati beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi atau HET.

Total beras SPHP yang telah disalurkan mencapai 382.932 ton sepanjang tahun ini hingga akhir pekan lalu, Sabtu (2/3/2023). Mayoritas atau 50,2% dari beras SPHP tersebut disalurkan ke pengecer, sedangkan 45,4% disalurkan melalui distributor ritel modern.

Per 2 Maret 2024, Bayu mencatat total beras yang disalurkan melalui distributor ritel modern mencapai 10.847 ton. Terdapat empat distributor ritel modern tercatat menyalurkan lebih dari 1.000 ton pada hari itu, yakni Indogrosir sejumlah 1.048 ton, Indomaret sejumlah 1.465 ton, Ramayana sejumlah 1.502 ton, Transmart sejumlah 2.174 ton, dan Hypermart hingga 2.196 ton.

Bayu mengatakan, peritel modern memegang peran penting lantaran tidak semua pengecer memiliki kekuatan modal. "Ini kaitannya dengan masalah finansial, karena tidak semua pengecer memiliki kekuatan finansial," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: