Kuota Impor Daging Sapi Dipangkas Tinggal Segini

Selasa, 5 Maret 2024 | 20:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memangkas kuota impor daging sapi hanya 145.250,6 ton pada 2024. Padahal pelaku usaha mengajukan kuota impor sebesar 462.011,14 ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menuturkan, kuota daging impor tersebut diperuntukan kepada 380 pelaku usaha. Namun menurujuk datanya, kuota impor daging sapi regular yang tealh ditetapkan 1 juta ton namun hanya terealisir kurang 30%.

"Jadi memang ada importir yang mendapatkan persetujuan impor, tapi tidak lakukan realisasi [impor] 100% dari tugasnya. Sehingga itu harus direview [dipangkas]," kata Arief di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Arief menjelaskan, realisasi impor yang rendah di kalangan importir berisiko mengganggu stok daging secara nasional. Misalnya, importir yang telah mendapatkan jatah kuota impor 100 ton, kata Arief, hanya merealisasikan impor 20 ton. "Sudah dikasih 100 ton tapi impornya 20 ton. Ini kan mengganggu stok nasional, harus direview, makanya dikurangi," ujarnya.

Mantan bos RNI itu pun menegaskan bahwa penetapan kuota impor daging regular tahun ini sebanyak 145.250 ton sudah berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dalam rapat koordinasi. Menurutnya, penyesuaian kuota impor daging tersebut justru akan memperbaiki realisasi impor tahun ini.

"Ini angka [kuota impor] harus di-adjust semua supaya aktualisasi atau realisasi penugasan impor kepada siapa pun bisa dilaksanakan lebih baik," ujar Arief.

Dia menambahkan, sebanyak 145.000 ton daging impor direncanakan tiba di Tanah Air pada pertengahan puasa. Adapun daging impor tersebut merupakan bagian dari impor daging regular untuk konsumsi yang dilakukan pihak swasta. "Ya kemarin disampaikan pertenghan puasa akan masuk. Jadi Lebaran insya Allah akan masuk 145.000 ton," jelasnya.

Data neraca pangan nasional per 21 Februari 2024 yang dihimpun Bapanas, stok daging sapi di awal 2024 tercatat sebanyak 130.153 ton. Sedangkan untuk kebutuhan daging nasional secara bulanan diperkirakan sebanyak 60.013 ton.

Arief menjelaskan, secara terperinci mekanisme penghitungan ulang alokasi volume per kode Harmonized System (HS) per perusahaan terbagi ke dalam empat tahap. Tahap pertama, lanjutnya, penghitungan alokasi volume per HS berdasarkan pembobotan 55% dan 45% dan kuota impor 2024 sebesar 145.251 ton. Untuk tahap kedua dilakukan penghitungan alokasi volume per kode HS per pelaku usaha berdasarkan pembobotan 55% dengan dasar realisasi impor 2 tahun terakhir.

Tahap ketiga, imbuhnya, dilanjutkan dengan penghitungan alokasi volume per kode HS per pelaku usaha berdasarkan pembobotan 45% terhadap pengajuan kebutuhan 2024. Terakhir, tahap keempat berupa penghitungan alokasi volume final impor daging lembu konsumsi reguler dalam bentuk akumulasi perhitungan tahap 2 dan 3 sebelumnya.

Arief menuturkan, dalam penghitungan dan penyusunan Neraca Komoditas, Bapanas harus mengutamakan produksi dalam negeri. Namun pada saat kebutuhan nasional tidak bisa terpenuhi bersumber dari dalam negeri, terpaksa dilakukan importasi.

Adapun Neraca Komoditas merupakan data dan informasi yang memuat situasi konsumsi dan produksi komoditas tertentu untuk kebutuhan penduduk dan keperluan  industri dalam kurun waktu tertentu yang ditetapkan dan berlaku secara nasional. kbc11

Bagikan artikel ini: