Pembelian Properti oleh Asing Bikin PropNex Indonesia Optimis Kinerjanya Tumbuh 50% di 2024

Kamis, 7 Maret 2024 | 06:26 WIB ET
Jajaran pimpinan PropNex Indonesia dan Singapura
Jajaran pimpinan PropNex Indonesia dan Singapura

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PropNex Realty Indonesia optimis bahwa tahun ini pendapatannya akan tumbuh signifikan. Selain karena sudah menggeliatnya pasar properti pasca Pemilu 2024, juga pemerintah yang telah mengizinkan orang asing memiliki properti di Indonesia yang mulai berlaku tahun ini.

CEO PropNex Indonesia, Luckyanto mengatakan, di awal tahun ini investor atau calon pembeli properti memang cenderung wait and see. Namun usai Pemilu yang berjalan lancar, pasar kembali menggeliat. Kalangan developer pun gencar meluncurkan produk baru.

"Selain bunga bank masih rendah, juga insentif pajak properti oleh pemerintah, serta yang bagi kami sangat optimis adalah aturan diizinkannya kepemilikan properti oleh asing yang mulai berlaku tahun ini," katanya di sela PropNex Indonesia Annual Convention 2024 di Surabaya, Rabu (6/3/2024).

Untuk diketahui, aturan kepemilikan properti bagi warga negara asing (WNA) diterbitkan melalui Undang-Undang No. 6 Tahun 2023. Menurut Lucky, sapaan akrab Luckyanto, regulasi itu menjadi peluang bagi PropNex Indonesia, yang notabene melakukan partnership dengan PropNex Singapura serta beberapa negara lain.

"Apalagi dengan mulai dibangunnya IKN Nusantara di Kalimantan, menjadi opportunity tersendiri ke depan, karena sudah adanya beberapa investor besar yang mengajukan persetujuan masuk IKN bahkan beberapa sudah membayar DP untuk pembebasan lahan. Jadi kami yakin bisa membawa international market ke sini," ujarnya.

Dikatakan Lucky, beberapa pembeli asing yang potensial bagi pasar properti di Tanah Air diantaranya dari Singapura, China, hingga Rusia. Di Bali, bahkan sudah ada kampung Rusia. Selain itu perguruan tinggi terbesar di China, Tsing Hua Universyty juga sudah buka di Bali. Hal itu tentu kian mudah untuk menarik pembeli atau investor dari negara tersebut.

"Dengan peluang tersebut, kami optimis tahun ini revenue kami bisa tumbuh 50 persen dibanding tahun lalu, dimana kami proyeksikan 20-30 persen dikontribusi dari transaksi properti warga asing," ujarnya.

Dipaparkan Lucky, sepanjang tahun 2023 pasar properti di Tanah Air memang mengalami penurunan di semester I, namun mampu comeback di semester II yang mengalami lonjakan signifikan. PropNex Indonesia sendiri tahun lalu berhasil membukukan revenue Rp 1,6 triliun atau naik 15 persen dibanding pencapaian di tahun 2022.

"Dari nilai transaksi rata-rata di atas Rp 2 miliar, dimana 60 persen adalah secondary, dan sisanya primary atau properti baru," ungkap Lucky.

Di tempat yang sama, Key Executive Officer (KEO) PropNex Singapura, Lim Yong Hock menuturkan, kolaborasi PropNex dengan beberapa negara adalah partnership dan bukan 'beli putus'. Apalagi, PropNex sudah listing di bursa efek Singapura, sehingga semua kinerja dan keuangannya terbuka. PropNex Singapura sendiri saat ini melakukan partnership bersama 6 negara, yakni Australia, Indonesia, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam.

"Indonesia merupakan salah satu partnership yang potensial dan berkembang. Kami hadir di Indonesia selain berkomitmen untuk mengubah pengembangan property agent di Indonesia, juga bersama international marketing PropNex ingin mengedukasi market bahwa Indonesia aman untuk berinvestasi dan ditinggali," paparnya.

Sementara itu terkait acara PropNex Indonesia Annual Convention 2024, Lucky menambahkan bahwa pihaknya mengundang 200 orang Top Producer PropNex di seluruh Indonesia, serta 150 undangan dari development, perbankan, notaris, serta rekanan. Tema yang diangkat adalah Magical Night in Paradise dengan mengangkat konsep PropNex sebagai 'guardian angel'.

"Dengan 14 kantor cabang di seluruh Indonesia dan 1.500 agent, kami terus memperbanyak training dan rekrutmen agent yang notabene sebagai sales power. Melalui aplikasi PropNex Plus, kami berkomitmen menjadi marketplace pertama untuk property agent," pungkas Lucky. kbc7

Bagikan artikel ini: