Harga Bitcoin Kembali Cetak Rekor, Tembus Rp1,12 Miliar

Selasa, 12 Maret 2024 | 17:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tren penguatan harga bitcoin terus berlanjut mencapai rekor tertingginya. Pada perdagangan Senin (11/3/2024), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level US$72.754 atau sekitar Rp 1,129 miliar (kurs Rp 15.525 per dollar AS).

Sementara pada Selasa (12/3/2024) pagi, berdasarkan Coin Metrics, harga bitcoin berada di posisi US$72.582. Aset kripto dengan kode BTC itu menguat lebih dari 3 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir dan telah melesat 6,65 persen selama sepekan. Katalis bagi bitcoin kali ini datang dari Inggris.

Dilansir dari CNBC, Selasa (12/3/2024), Otoritas Pengawas Keuangan Inggris menyatakan, otoritas tidak keberatan atas permintaan platform investasi untuk membuat surat berharga yang berkaitan dengan kripto.

Namun, bursa perlu memastikan bahwa mereka memiliki kontrol yang memadai, sehingga perdagangan berjalan tertib dan perlindungan yang tepat diberikan kepada investor.

Selain itu, mereka juga harus memenuhi seluruh persyaratan peraturan pencatatan saham di Inggris, menerbitkan prospektus, dan membuat laporan publikasi secara berkelanjutan.

Pernyataan itu pun direspons positif oleh Bursa Efek London. Dalam keterangannya, Bursa Efek London menyatakan, bursa akan menerima pendaftaran untuk penerimaan surat berharga berbasis Bitcoin dan Ethereum mulai kuartal kedua tahun ini.

Seiring dengan pengumuman tersebut, harga Ethereum juga turut terkerek. Tercatat harga Ethereum menguat sekitar 2,35 persen dalam kurun waktu 24 jam ke kisaran Rp 62,37 juta per keping.

Pengumuman dari otoritas keuangan Inggris menjadi langkah besar bagi industri kripto. Keputusan itu pun menyusul langkah yang telah diambil oleh otoritas bursa Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau untuk transaksi Exchange Traded-Fund (ETF) Bitcoin yang dilakukan oleh sejumlah lembaga keuangan besar seperti BlackRock, Fidelity, hingga Grayscale. kbc10

Bagikan artikel ini: