Anthrax Kembali Mewabah di Yogyakarta, Kementan Terjunkan Tim

Rabu, 13 Maret 2024 | 10:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kasus Anthrax kembali mewabah di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 8 Maret 2024. Atas hal tersebut, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Ditjen PKH Kementan) telah menurunkan tim ke lokasi kejadian.

"Tim kami dari Balai Besar Veteriner Wates telah melakukan investigasi dan pengujian laboratorium dengan hasil positif anthrax dari sampel darah sapi dan tanah yang berasal dari desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul dan sampel tanah dari desa Gayamharjo, kecamatan Prambanan, Sleman," ungkap Dirjen PKH Kementan Nasrullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu(13/3/2024).

Untuk mencegah tambahan kasus, Nasrullah juga menyampaikan,Kementan segera mengirimkan bantuan berupa vaksin sebanyak 1.000 dosis, 100 botol antibiotik dan 1000 botol vitamin untuk diberikan ke ternak di wilayah terdampak di DIY. "Bantuan tersebut akan disalurkan untuk penanganan kejadian anthrax yang dilaporkan dari Sleman, Gunung Kidul dan wilayah terancam lainnya," tambahnya.

Terkait adanya kasus anthrax pada masyarakat seperti di pemberitaan media, Nuryani Zainuddin, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan menerangkan  anthrax ini merupakan salah satu penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis). "Saya minta masyarakat tetap waspada, dan tidak menjual dan memotong hewan sakit apalagi mengkonsumsinya," pinta Nuryani.

Menurutnya, adanya kasus anthrax pada masyarakat disebabkan karena mereka mengkonsumsi ternak yang sakit dan dicurigai anthrax. "Alhamdulillah, kasus pada masyarakat tersebut telah mendapatkan penanganan dari Puskesmas Prambanan," imbuhnya.

Lebih lanjut Nuryani menjelaskan, timnya bersama dinas setempat telah melakukan dekontaminasi dan desinfeksi pada lingkungan yang tercemar yaitu lokasi penyembelihan, kandang dan area penguburan ternak, pengobatan antibiotik dan roboransia, serta KIE bersama dengan UPT Puskesmas.Sedangkan vaksinasi akan segera dilakukan setelah pengobatan.

"Tim kami akan terus melakukan penanganan di lapang dan dalam waktu dekat, kita akan adakan pertemuan lintas sektor termasuk kesehatan yang dikoordinir oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY," kata Nuryani. kbc11

Bagikan artikel ini: