THR Ojol Berupa Insentif, Begini Tanggapan Menaker

Selasa, 26 Maret 2024 | 14:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Imbauan pemberian tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan aplikator kepada driver ojek online (ojol) yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bikin heboh. Pasalnya para perusahaan aplikator hanya menyanggupi untuk memberikan insentif tambahan di hari raya bukan THR seperti karyawan pada umumnya.

Terkait hal itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku, Kemnaker sejak awal memang hanya memberikan imbauan kepada perusahaan untuk memberikan THR, tapi tidak wajib. Pasalnya, memang tidak ada dalam aturan resmi kewajiban memberikan tunjangan bagi driver ojol.

"Sebenarnya, itu adalah niat baik kami untuk dorong platform untuk memberikan THR, kalau dilihat ruang lingkupnya memang tidak masuk dalam surat edaran. Itu harus dipahami sebagai niat baik kami mendorong perusahaan aplikasi ini agar memberikan perhatian kepada drivernya," ujar Ida seperti dikutip, Selasa (26/3/2024).

Ida menjelaskan, pemberian THR kepada driver ojol tidak diwajibkan karena sifatnya kemitraan bukan. Tidak ada kontrak dan ketentuan seperti karyawan pada umumnya.

"Karena ini kan hubungannya kemitraan, maka tidak masuk cakupan. Ini sebenarnya lebih ke niat baik kami," imbuhnya.

Oleh sebab itu, dia menekankan bahwa pengusaha tidak melanggar aturan apapun walau hanya memberikan insentif dan bukan THR seperti yang diimbau.

"Ini kan kita pahaminya memang bukan hubungan tenaga kerja, hanya kemitraan terus kita dorong sih, semoga saja nanti ada aturannya. Sekali lagi dipahami, ini adalah niat baik kami agar mereka dapat perhatian," ungkap Ida.

Lebih lanjut, Ida mengungkapkan akan membahas kebijakan mengenai pemberian THR untuk pegawai swasta, termasuk kepada driver ojol bersama Komisi IX DPR RI. kbc10

Bagikan artikel ini: