Ini 7 Rekomendasi Bank Indonesia agar Ekonomi Jatim Tumbuh Optimal

Rabu, 27 Maret 2024 | 06:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea menekankan perlunya perumusan strategi kebijakan yang dapat mengoptimalkan ekonomi Jawa Timur untuk mendukung ekonomi nasional yang diprakirakan tetap solid dan meningkat pada 2024.

"Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengusung beberapa rekomendasi utama dalam mendukung kinerja perekonomian Jawa Timur tetap solid," ujar Erwin Gutawa Hutapea saat Seminar "Jatim Talk - Road to East Java Economic (EJAVEC) Forum 2024" yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga di Surabaya, Selasa (26/3/2024).

Rekomendasi tersebut adalah pertama fokus pada pengembangan sektor yang lebih memberikan nilai tambah terhadap ekonomi. Kedua, penguatan investasi dengan meningkatkan kelembagaan forum investasi. Ketiga, percepatan infrastruktur dan konektivitas. Keempat, penguatan sisi hulu dan hilirisasi pertanian, serta industri untuk mengurangi nilai impor dan meningkatkan nilai tambah.

"Kelima, penguatan aspek pembiayaan pembangunan, termasuk dalam mendorong UMKM naik kelas. Keenam, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran Jawa Timur. Ketujuh, percepatan belanja daerah," ungkapnya.

Sejalan dengan rekomendasi tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, menyampaikan perlunya mewaspadai sejumlah tantangan global dan domestik serta mengoptimalkan momentum peluang perbaikan ekonomi.

Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur Soni Harsono menambahkan, penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk merumuskan strategi dalam mendukung akselerasi kinerja ekonomi Jawa Timur di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Meski demikian, ia optimistis ekonomi Indonesia akan terus melaju. "Perekonomian Indonesia diprakirakan meningkat pada 2024, di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut," ujar Soni Harsono.

Menanggapi dinamika ekonomi global, Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Jawa Timur, Ayu Sri Rahayu, menyampaikan pentingnya perluasan pasar ekspor, di tengah dinamika perekonomian global saat ini.

"Hilirisasi dapat mendorong dan memperkuat diversifikasi ekspor produk manufaktur," tambah Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Rumawa Batubara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Vid Adrison, menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang terencana untuk mendukung akselerasi perekonomian nasional tanpa mendorong kenaikan inflasi.kbc6

Bagikan artikel ini: