Ramadan dan Lebaran Diprediksi Tak Mampu Angkat Ekonomi RI di Atas 5%

Rabu, 27 Maret 2024 | 09:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Momen bulan Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran memang memberikan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 ini berada di level sekitar 5%.

"Momen lebaran menjadi puncak pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam konteks triwulan atau kuartal. Tapi kemungkinan pada kuartal I-2024 hanya tumbuh 5 persenan, jangan terlalu banyak berharap lebih dari itu," ujar Eko seperti dikutip, Rabu (27/3/2024).

Diketahui, ekonomi Indonesia pada triwulan II-2023, yang beririsan dengan momen Ramadan dan Lebaran, tumbuh sebesar 5,17% (yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada triwulan I-2023 yang sebesar 5,03%.

Menurutnya, pemberian komponen tunjangan kinerja 100% pada tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) belum berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Kata dia, pemerintah terlalu mengglorifikasi pencairan THR 100% untuk PNS. Padahal, jumlah PNS hanya sekitar 4,3 juta orang dari total pekerja di Tanah Air.

"Jadi sebetulnya kalau mau lebih signifikan yang bayar 100% itu sektor swasta. Walaupun sudah diimbau H-7 maksimal sudah keluarkan THR, tapi kita tahu Indonesia, bisa saja banyak perusahaan atau pekerja di sektor formal tapi tidak mendapatkan 100% THR," ungkapnya.

Untuk itu, penting agar pemerintah mengoptimalkan pengawasan pemberian tunjangan hari raya (THR) di sektor swasta. "Karena sebetulnya dampak bisa besar dari THR sektor swasta. Jadi, peran pemerintah perlu mengoptimalkan kebijakan pengawasan dan penegakan sanksi," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, pemberian komponen tunjangan kinerja 100% pada tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 ASN berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi 2024.

Adapun realisasi pemberian THR untuk aparatur sipil negara (ASN) menyentuh Rp13,4 triliun. Ini terdiri dari Rp 3,2 triliun untuk 625.112 ASN pusat dan Rp 10,2 triliun bagi 3.127.400 pensiunan.

Pemberian komposisi tukin 100% ini merupakan upaya pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 5,2% secara tahunan. kbc10

Bagikan artikel ini: