Didukung 14 Perbankan, BI Jatim Hadir Layani Penukaran Uang Baru di Grand City Mall Surabaya

Sabtu, 30 Maret 2024 | 15:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur didukung oleh 14 perbankan membuka layanan penukaran uang terpadu di Grand City Mall Surabaya, Sabtu (30/3/2024). Ke-14 perbankan tersebut diantaranya adalah Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, BTN, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Bank Mega, Bank Jatim, Bank Muamalat Indonesia dan lain sebagainya.

Sebanyak 3.000 paket uang berisi pecahan Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 yang sudah disiapkan. Dan masyarakat yang hadir untuk melakukan penukaran adalah masyarakat yang sudah mendaftar melalui aplikasi "pintar".

"Kegiatan pada hari ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan "Serambi", Semarak Rupiah dan Berkah Idul Fitri 2024, yang sudah dilakukan kick off pada 19 Maret 2024 yang lalu," kata Kepala KPw BI Jatim Erwin Gutawa Hutapea usai membuka kegiatan penukaran uang di Grand City Surabaya.

Ia menegaskan, selain "Layanan Penukaran Terpadu" yang digelar pada hari ini, ada pelayanan reguler di 500 titik, diantaranya di mall dan pasar. Juga ada layanan penukaran yang bersifat tematik, yaitu ziarah wali di sunan Ampel dan di ponpes sunan Drajat. Kemudian pada tanggal 2 hingga 5 April 2024 Bank Indonesia menambah lokasi layanan penukaran di jalur mudik melalui Program BI Peduli Mudik, yang meliputi Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Bandara Juanda, serta Rest Area Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang.

Lebih lanjut Erwin Gutawa mengatakan, dalam rangka hadir memenuhi kebutuhan uang masyarakat dalam Ramadhan dan Idul Fitri 2024, BI bekerjasama dengan perbankan melakukan tiga hal. Pertama menyediakan uang untuk kebutuhan lebaran masyarakat Jatim dalam jumlah yang memadai. "Ada Rp 23,2 triliun uang dalam bentuk kartal yang sudah disiapkan dalam pecahan dan kondisi layak edar," ungkapnya.

Kedua, BI Jatim menyediakan layanan kas bersama perbaikan untuk masyarakat termasuk penukaran di layanan reguler. "Ada 500 titik layanan yang ada di seluruh wilayah Jatim yang disediakan oleh BI dan Perbankan," tandas Erwin Gutawa.

Ketiga, di dalam kegiatan "Serambi", BI Jatim juga lakukan edukasi. Pertama agar masyarakat lebih cinta, lebih bangga dan lebih memahami rupiah sebagai simbul kedaulatan negara. Edukasi kedua dengan melakukan kampanye belanja bijak menggunakan rupiah.

Kampanye ini menurutnya penting karena masyarakat diedukasi agar mengeluarkan atau berbelanja sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan. Sebab perilaku masyarakat saat menjelang Idul Fitri cenderung belanja lebih banyak dibanding biasanya.

"Ini implikasinya ada dua, satu terkait dengan stabilitas harga, karena kalau banyak orang ramai-ramai membeli sesuai diluar kebutuhan tetapi berdasarkan keinginan, tentu harga akan terpengaruh. Kedua, kita ingin menghindari dan mengajak masyarakat agar bijak sesuai dengan pendapatannya agar masyarakat tidak terjebak didalam lingkaran hutang, apalagi terjebak hutang Pinjol yang akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Perlu dicatat, setelah Idul Fitri kita masih hidup dalam waktu yang panjang sehingga harus bijak membelanjakan pendapatan," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Erwin Gutawa juga kembali mengajak masyarakat agar melakukan penukaran pada titik-titik yang resmi dan tidak melakukan penukaran di titik-titik layanan yang tidak resmi.

"Karena adu dua risiko, pertama kemungkinan kita memperoleh uang yang diragukan keasliannya karena kita tidak tahu apakah diselip ditengah-tengahnya uang palsu ataukah tidak. Dan yang kedua yang penting, jumlah yang ditukarkan tidak sama dengan yang didapatkan karena ada biaya. sementara di sini no cost, free dijamin keasliannya," tegasnya.

Agar kebutuhan uang masyarakat terpenuhi dengan baik, Erwin mengajak perbankan untuk memastikan ketersediaan uang di mesin ATM masing-masing. Sehingga masyarakat yang diimbau untuk tidak melakukan penarikan uang ketika akan mudik dalam jumlah yang banyak karena berisiko, bisa melakukan penarikan uang di sejumlah titik layanan ATM dari masing-masing bank.

"Dan satu hal yang saya ingin garis bawahi bahwa layanan pada hari ini ada penguatan dibanding layanan sebelumnya, kita memberikan kemungkinan pada masyarakat untuk melakukan penukaran dengan menggunakan QRIS, untuk mempermudah masyarakat tanpa membawa uang cash," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: