Citilink Beri Sinyal Buka Penerbangan Setiap Hari di Bandara Dhoho Kediri

Rabu, 24 April 2024 | 12:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski sudah beroperasional sejak 5 April 2024 lalu, hingga kini baru maskapai penerbangan Citilink yang melayani penerbangan di Bandara Dhoho Kediri yakni rute Jakarta-Kediri dan sebaliknya. Penerbangan juga hanya dilakukan dua kali dalam seminggu.

Meski demikian, Direktur Utama Citilink Dewa Kadek Rai optimistis pihaknya akan segera membuka penerbangan reguler di Bandara Dhoho alias penerbangan setiap hari. Jika di daerah lain biasanya baru berkembang sekitar enam bulan, Dewa yakin perkembangan Bandara Dhoho akan lebih cepat. Yakni, sekitar tiga bulan.

"Tidak menutup kemungkinan nanti kami juga akan membuka rute penerbangan lainnya dari Bandara Dhoho," kata Dewa baru-baru ini.

Sementara itu terkait jumlah penumpang yang telah terlayani dari dan menuju Bandara Dhoho Kediri, General Manager Bandara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim menyebut, selama libur Lebaran 2024 lalu sebanyak 1.155 orang melakukan penerbangan perdana yang dibuka oleh pihaknya. Sedangkan penerbangan penumpang tercatat sebanyak 8 kali.

"Allhamdulillah pelayanan penerbangan di DHX (kode bandara Dhoho Kediri) berjalan aman dan lancar dengan jumlah penumpang hingga hari Selasa tanggal 16 April 2024 tercatat 1.155 penumpang," kata Noer.

Menurut Noer, dari 1.155 pergerakan penumpang itu terdiri dari sebanyak 513 orang berangkat dan 642 orang datang dari terminal Bandara Dhoho.

Selain Citilink, sebenarnya ada dua maskapai yang sudah mendapat izin rute penerbangan di Bandara Dhoho dari Kementerian Perhubungan. Yakni, Super Air Jet dan Batik Air. Dua maskapai dari Lion Air grup itu mendapat izin rute yang bervariasi.

Batik Air mendapat izin rute penerbangan Kediri-Jakarta, Kediri-Bali, dan Kediri Palembang. Kemudian, Super Air Jet mendapat izin rute untuk Kediri-Banjarmasin, Kediri-Balikpapan, Kediri-Makassar, Kediri-Bali, dan Kediri Palembang.

Hanya saja, hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait dimulainya penerbangan oleh dua maskapai tersebut. Jika penerbangan sudah dibuka, otomatis belasan juta penduduk dari 14 kabupaten/kota akan memiliki lebih banyak alternatif rute penerbangan ke berbagai daerah di Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: