Ternyata Belanja Lebaran Warga RI Tahun Ini Meredup, Ini Penyebabnya

Senin, 29 April 2024 | 10:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Belanja masyarakat Indonesia pada masa Idul Fitri 2024 dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Pergeseran penggunaan Tunjangan Hari Raya (THR) diduga menjadi salah satu pemicunya. Hal ini berdasar data di Bank Central Asia (BCA).

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, indeks belanja ini diukur dalam rentang 40 hari sebelum dan 40 hari setelah Lebaran. Hasilnya, kata dia, indeks belanja masyarakat berada di kisaran 98.

"Memang periode 2024 ini di bawah 2 tahun sebelumnya," kata David seperti dikutip, Senin (29/4/2024).

Dalam paparannya, David menyebut bahwa level belanja itu sangat rendah atau underperformed. Pada 2023, kata dia, indeks belanja masyarakat berada di level 106.

Sementara pada 2022, level belanja masyarakat pada masa Idul Fitri berada pada puncaknya yakni 111. Pada 2021, level belanja berada di level 101. Pada 2020, level berada pada level 76. Rendahnya belanja 2020 terjadi karena pandemi Covid-19.

David menyebut, level belanja yang rendah pada 2024 ini adalah normalisasi dari dua tahun sebelumnya yang melonjak tinggi. Lonjakan pada 2 tahun sebelumnya itu terjadi karena masyarakat baru terlepas dari pandemi sehingga banyak melakukan belanja.

"Sebenarnya ini normalisasi, masih wajar sebenarnya," ujar dia.

David mengatakan, menurunnya indeks belanja itu berbanding terbalik dengan mutasi yang dilakukan oleh para nasabah. Dia mengatakan mutasi rekening para nasabah sebenarnya cukup banyak pada periode sebelum dan sesudah Lebaran.

Dia mengatakan banyaknya mutasi, namun sedikitnya belanja menunjukkan para nasabah lebih banyak menggunakan THR untuk keperluan investasi. Dia menyebut perkembangan teknologi memudahkan masyarakat untuk menggunakan THR-nya membeli produk investasi seperti saham dan emas online.

"Kalau lihat dari angkanya tinggi (mutasi) sebenarnya, jadi masyarakat misalnya terima THR itu enggak semuanya dibelanjakan, mereka kalau kita lihat masuk ke instrumen investasi," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: