Ekonomi Kuartal I Tumbuh 5,11%, Kemenkeu Pede Akhir 2024 Capai 5,2%

Selasa, 7 Mei 2024 | 10:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 sebesar 5,11%, sedikit melenceng dari perkiraan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sebesar 5,17%. Meski demikian, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh 5,2% pada tahun ini.

"Kita yakin bahwa potensi ekonomi Indonesia itu di 5,2% tahun ini. Dan ini lagi kita lihat dengan 5,11% pada kuartal I, kuartal II nanti kita lihat berapa," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dikutip, Selasa (7/5/2024).

Meski melenceng dari perkiraan Sri Mulyani, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 ini menjadi yang tertinggi selama periode kedua masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada kuartal I-2023 misalnya, pertumbuhannya hanya sebesar 5,04%. Lalu, pada kuartal I-2022 lebih rendah lagi, yakni hanya sebesar 5,02%, kuartal I-2021 malah minus 0,69%, kuartal I 2020 tumbuhnya hanya 2,97% dan kuartal I-2019 hanya sebesar 5,-6%.

Dengan laju pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I-2024 yang masih tumbuh kuat di kisaran 5%, Suahasil mengatakan, yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah saat ini adalah mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dia mengatakan, yang berpotensi besar terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi ke depan supaya bisa tetap tumbuh di level 5,2% di antaranya berasal dari mendorong produktivitas tinggi UMKM, memperluas industrialisasi melalui pengembangan hilirisasi, digitalisasi, hingga ekonomi hijau.

"Jadi sekarang kita tantangannya mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi," tegas Suahasil.

Dia menekankan, dalam jangka pendek, laju pertumbuhan ekonomi 2024 harus didorong oleh perluasan penggunaan produk-produk di dalam negeri, supaya konsumsi masyarakat yang masih kuat saat ini bisa diarahkan untuk membeli produk-produk buatan anak bangsa.

"Kalau secara cepat dalam jangka waktu pendek, menurut saya produk dalam negeri kita genjot. Kita beli. Makanya tadi salah satu pesan kita kan, APBN dan APBD mengutamakan pembelian-pembelian produk dalam negeri termasuk yang berasal dari UMKM-UMKM kita," ucap Suahasil.

"Itu sumber pertumbuhan ekonomi kita yang besar di tahun 2024 ini," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: