Komnas Perempuan: Jangan paksa korban Tragedi Mei`98 bertestimoni

Jum'at, 11 Juni 2010 | 17:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Komnas Perempuan mengajak masyarakat untuk tidak terus-menerus memaksa korban peristiwa perkosaan dalam Tragedi Mei 1998 untuk melakukan testimoni. Selain itu, Komnas Perempuan juga mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan kebungkaman korban sebagai alasan untuk menyangkal tragedi tersebut.

Komisioner, Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Andy Yentriyani dalam keterangan resminya kepada kabarbisnis.com, Jumat (11/6/2010), menjelaskan, Komnas Perempuan terus mendorong masyarakat untuk ikut serta meneguhkan rasa aman korban dengan memahami alasan-alasan korban untuk bungkam dan mendorong perbaikan sistem.

“Harus ada perbaikan sistem budaya, sosial, politik, dan hukum agar korban dapat memperoleh haknya atas kebenaran, keadilan dan pemulihan,” tegas Andy untuk meluruskan berita yang dimuat kabarbisnis.com pada Rabu (12 Mei 2010) yang berjudul “Tragedi Mei 1998 Masuk Buku Pelajaran Sejarah”.

Selanjutnya, Andy mengatakan bahwa pihaknya berharap akan terjalin kerjasama yang lebih kuat dalam memastikan pemenuhan hak asasi di Indonesia, khususnya perempuan dan kelompok lainnya yang rentan kekerasan dan diskriminasi. kbc3

Bagikan artikel ini: