Kenalkan Produk Baru Baja Ringan Arsitektural, Kencana Targetkan Penjualan Tumbuh 20%

Kamis, 6 Juni 2024 | 18:37 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kencana Group meluncurkan produk terbaru bersifat arsitektural dalam pameran yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (6-7/6/2024) bertemakan "Inovasi Kencana Baja Ringan pada Dunia Konstruksi dan Arsitektural".

Produk terbaru yang diluncurkan di antaranya louvre, pintu ruangan, pintu kamar mandi, Ceiling PU, pipa hollow galvanis, penutup atap (Ecosnap, Ecospan, Econine, UPVC), serta talang (elbow, gutter, clem) dengan pilihan warna yang bervariasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur Kencana Group, Henry Setiawan, Direktur PT Kepuh Kencana Arum, Henry Alvino dan Direktur PT Kencana Maju Bersama Susanto serta perwakilan dari berbagai asosiasi diantaranya IAI, PII, Gapensi, Intakindo, Gapeksindo, PAPTI, dan HDII.

Susanto menegaskan, selama ini Kencana hanya memproduksi baja ringan yang bersifat struktural, padahal produk ini bisa dikembangkan lagi ke arah arsitektural. Terlebih market bahan baku konstruksi yang bersifat arsitektural masih sangat terbuka.

Selama ini, lanjutnya, market bahan baku konstruksi arsitektural lebih banyak dikuasai oleh model kayu ataupun plafon plastik. Untuk itu, Kencana berinovasi membuat dari bahan baja ringan dan dicoating warna maupun kayu. Sehingga jangka pemakaian lebih lama dan anti rayap.

"Sekarang kami melaunching produk yang bersifat arsitektural. Ini bisa dimanfaatkan oleh konsultan, arsitek maupun kontraktor, baik untuk rumah maupun gedung sehingga tampilannya bisa menjadi lebih menarik dan enak dilihat," ujar Susanto, Surabaya, Kamis (6/6/2024).

Ia mengungkapkan, produk baja ringan arsitektural yang dikeluarkan Kencana ini miliki sejumlah keunggulan dibanding produk lain yang memiliki fungsi sama. Selain lebih awet pemakaiannya, juga tidak memerlukan perawatan.

"Dari sisi harga relatif, karena kita punya cabang 40 unit di seluruh Indonesia sehingga kami menjual dengan harga standar dan harganya bisa bersaing dengan produk sejenis. Tetapi jika dibandingkan dengan jenis aluminium harga produk dari baja ringan ini lebih murah sekitar 25%," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, potensi baja ringan arsitektur memang cukup besar karena banyak anak muda yang mendesain sebuah tempat seperti kafe, barber shop, yang menggunakan baja ringan tetapi dicoating sendiri. "Disinilah kami hadir, menyediakan warna hasil pengecatan pabrik. Sejak awal sudah ada warna sehingga konsumen tidak perlu lagi mengecat. Perawatan juga lebih mudah dan pemakaiannya juga jangka panjang," kata Susanto.

Sejauh ini, lanjutnya, pertama kali yang dinilai masyarakat memang dari sisi harga. Tetapi mereka tidak memperhitungkan jangka pemakaiannya. "Kami memberikan pilihan., produk dengan harga murah jangka waktu pemakaiannya 5 tahun, kalau menggunakan produk Kencana mungkin harga lebih mahal sedikit tetapi pemakaian bisa 4 kali lebih lama," ungkapnya.

Melalui produk teranyar ini, Susanto berharap kinerja penjualan produk baja ringan di tahun ini akan tetap tumbuh seperti di tahun 2023, yaitu sebesar 20%.

"Tahun lalu kami tumbuh 20% karena kami berada di market yang konsumen sudah tahu kualitas produk kami. Karena baja ringan mirip besi beton yang pemainnya banyak tetapi integritas tidak bisa menjamin. Karena itu kami memiliki tagline "tidak tipu-tipu". Kami ingin masyarakat tahu dulu baru beli," tukasnya.

Agar target tersebut bisa terpenuhi, maka Kencana akan melakukan sosialisasi melalui pameran atau melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dengan asosiasi konsultan, kontraktor dan arsitektur sehingga mereka bisa menjadi satu "tim work" yang mampu mengedukasi masyarakat. "Melalui edukasi dan sosialisasi, kami berharap produk terbaru ini bisa menyerap pasar konstruksi sekitar 15% dari total penjualan, pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: