Duh! Menhub Temukan Sejumlah Bus Pariwisata Tak Dilengkapi KIR dan STNK

Senin, 10 Juni 2024 | 12:38 WIB ET
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menemukan beberapa bus pariwisata tidak memiliki kelengkapan surat-surat, seperti uji kendaraan bermotor atau KIR dan surat tanda nomor kendaraan (STNK), tetap beroperasi mengangkut penumpang. Bus-bus itu pun tidak akan dibiarkan beroperasi atau ditahan.

Temuan itu terungkap saat Menhub melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kelaikan jalan bus pariwisata di kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2024).

"Kami bersama Kakorlantas Polri datang ke Ragunan yang terkenal menjadi destinasi wisata. Saya melakukan random check terhadap enam bus. Dari enam bus, empat bus tidak melengkapi KIR, bahkan ada yang STNK-nya sudah habis. Uji KIR menunjukkan kendaraan laik jalan, mestinya yang empat tadi tidak boleh jalan," ungkap Menhub Budi dikutip, Senin (10/6/2024).

Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan penegakan hukum terhadap bus yang tidak layak jalan, yakni melakukan penahanan terhadap bus yang tidak dapat menunjukkan uji KIR serta mengedukasi pemilik bus agar menaati peraturan. Selanjutnya, pemeriksaan di lapangan atau sweeping akan terus dilakukan untuk menindak pelanggar.

Menhub menuturkan, surat kendaraan, seperti uji KIR, STNK dan surat izin mengemudi (SIM) wajib dilengkapi operator dan pengemudi bus umum maupun bus pariwisata sebelum melakukan perjalanan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan Korlantas Polri mendukung upaya-upaya untuk menertibkan bus pariwisata di lokasi-lokasi wisata untuk mencegah kecelakaan.

"Kami sampaikan kepada perusahaan operator untuk mengganti kendaraan dengan yang sudah lengkap surat-suratnya. Yang suratnya belum ada nanti kita hentikan," ujar Slamet. kbc10

Bagikan artikel ini: