BI Berpotensi Pangkas Suku Bunga Acuan ke Level 5,75% di 2024, Ini Alasannya

Senin, 10 Juni 2024 | 12:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) dinilai berpotensi menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada tahun 2024 ini.

Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memperkirakan, BI dapat menurunkan suku bunganya sebesar 50 basis poin ke level 5,75% dari 6,25% pada saat ini.

"(Suku bunga BI bisa turun) ke level 5,75% tahun ini," tutur Myrdal seperti dikutip, Senin (10/6/2024).

Akan tetapi, Myrdal memperkirakan peluang penurunan suku bunga ini masih sekitar 35% nan, meski sejumlah indikator seperti kondisi inflasi Mei secara tahunan menurun, posisi cadangan devisa meningkat, dan nilai tukar rupiah juga cenderung menguat.

Faktor yang menghambat penurunan suku bunga BI, kata Myrdal, dipengaruhi tekanan inflasi impor yang berasal dari pergerakan nilai tukar rupiah masih di atas kisaran Rp 16.000 terhadap dolar AS.

Di samping itu, Ia juga melihat kondisi pasar keuangan global global masih belum pulih pada tahun ini, terutama dari kebijakan suku bunga The Fed yang masih penuh ketidakpastian.

The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunganya pada September 2024 mendatang. "Sehingga, kemungkinan BI akan turunkan bunga BI-Rate setelah The Fed juga turunkan bunga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, The Fed baru akan menurunkan suku bunganya pada akhir tahun 2024. "Sebelum suku bunga The Fed turun, probabilitas penurunan BI-Rate masih rendah," kata David.

Sehingga, David memperkirakan, BI baru akan menurunkan suku bunga acuannya pada 2025 mendatang. Akan tetapi, David belum menghitung berapa besar BI-Rate yang akan diturunkan oleh BI. kbc10

Bagikan artikel ini: