Pakuwon Jati Tebar Dividen Rp433 Miliar

Rabu, 12 Juni 2024 | 18:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 433 miliar. Angka ini setara dengan 21% dari Rp 2,105 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tahun 2023.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Pakuwon Jati, Minarto Basuki mengatakan, dividen yang dibagikan senilai Rp 9 per saham ini, menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham.

"Sepanjang tahun 2023, pendapatan Perseroan terutama berasal dari kenaikan recurring revenue sebesar 21 persen dibanding tahun sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/6/2024).

Sementara itu laba bruto perseroan tahun 2023 tercatat Rp 3,4 triliun, naik 6 persen dibanding tahun 2022 yang sebesar Rp 3,219 triliun. Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp 2,38 triliun, naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Minarto menjelaskan, recurring revenue Perseroan tahun 2023 mencapai Rp 4,6 triliun, naik 21% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 3,8 triliun. Rinciannya adalah pendapatan retail mal sebesar Rp 3,1 triliun, naik 18% dibanding tahun 2022 yang sebesar Rp 2,6 triliun.

Pendapatan office leasing sebesar Rp 304 miliar, naik 1% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 300 miliar dan pendapatan hospitality sebesar Rp 1,2 triliun, naik 34% dibanding tahun 2022 sebesar Rp 929 miliar.

Sedangkan development revenue Perseroan tahun 2023 mencapai Rp 1,531 triliun, turun 28% dibanding tahun 2022 sebesar Rp 2,1 triliun.

"Berdasarkan revenue per segmen terbagi atas revenue dari retail leasing 50%, hotel dan serviced apartment 20%, office leasing 5%, condominium 12%, landed houses sales 12% dan office sales 1%," ungkap Minarto.

Dia juga memaparkan, marketing sales Perseroan 2023 tercatat sebesar Rp 1,342 triliun, yang didukung dari launching tower baru Lancaster dan Clayson Tower di superblok Pakuwon Mall Surabaya serta adanya insentif PPN DTP dari pemerintah di triwulan ke IV-2023.

"Komposisi penjualan tahun 2023 adalah landed houses 35% serta condominium dan office sebesar 61% dan 4%," tandasnya.
 
Terkait pengeluaran belanja modal, Minarto menambahkan, pada tahun 2023 perseroan telah mengucurkan sebesar Rp 1,890 triliun, yang dialokasikan untuk membiayai proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall dan renovasi Pakuwon Mall Yogyakarta dan Solo Baru, dan pembelian hotel Four Points by Sheraton Bali, Kuta serta untuk pembelian tanah di Semarang dan Batam.

Sementara sepanjang kuartal I-2024, Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,5 triliun, naik 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,38 triliun. Laba Bruto tahun ini tercatat Rp 852 miliar, naik 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 747 miliar. Sedangkan EBITDA sebesar Rp 833 miliar, naik 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 771 miliar.

"Untuk pengeluaran belanja modal periode triwulan I tahun 2024 yang telah dikucurkan Perseroan sebesar Rp 323 miliar untuk membiayai proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall tahap 3 serta untuk pembelian tanah di area Pakuwon City Mall Surabaya," pungkas Minarto. kbc7

Bagikan artikel ini: