BEI Tegaskan Tanpa Legalitas Komunitas Saham Dilarang Kelola Dana Investor

Minggu, 7 Juli 2024 | 11:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan bahwa komunitas saham dilarang mengelola dana investor tanpa adanya legalitas. Hal ini ditegaskan menyusul kasus dugaan gagal bayar dana investasi senilai Rp71 miliar yang viral di media sosial.

Kasus ini mencuat setelah seorang influencer bernama Ahmad Rafif Raya (AFR) diduga gagal mengelola dana investasi. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, kegiatan penghimpunan dana investasi dilarang tanpa memiliki legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pertemuan dengan komunitas, ada satu hal yang pasti disampaikan terkait hal yang boleh dan tidak boleh. Saya yakin menghimpun dan mengelola dana adalah hal yang tidak boleh," kata Jeffrey seperti dikutip, Minggu (7/7/2024).

Tak hanya larangan menghimpun dan/atau mengelola dana investor, komunitas saham juga tidak diperkenankan memberikan rekomendasi beli atau jual produk investasi tanpa memiliki sertifikat.

Jeffrey menegaskan bahwa rekomendasi saham bisa dilakukan bagi mereka yang memiliki kualifikasi dan kompetensi.

"Sudah ada ketentuan pihak-pihak yang punya kualifikasi dan kompetensi melakukan rekomendasi saham. Tidak semua pihak bisa sembarangan memberikan rekomendasi," tegas Jeffrey.

Diketahui, kasus influencer saham banyak dibicarakan publik setelah mencuat dugaan gagal bayar bernilai Rp71 miliar. Kabar ini pertama kali muncul dari pembicaraan warganet X (twitter) terkait sosok Ahmad Rafif Raya (ARR), seorang warga Makassar.

ARR diduga mengumpulkan dana puluhan miliar dan mengalami kesalahan pengelolaan investasi. Secara terpisah, beredar sebuah surat pernyataan dari ARR yang berisi pengakuan kesalahan dalam mengelola dana investasi.

Faktor yang menjadi penyebab adalah kerugian investasi, timbulnya biaya operasional, dan pengembalian investasi atas modal investasi investor lainnya.

"Saya mengakui telah melakukan kesalahan dalam pengelolaan investasi yang saya jalankan, karena saya bertransaksi dan mengalami kerugian," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: