Tumbuhkan Jiwa Enterpreneur, Bogasari Beri Pelatihan Usaha Makanan di 20 Ponpes Jatim

Selasa, 9 Juli 2024 | 23:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari berkomitmen untuk terus menumbuhkan enterpreneur atau wirausaha baru di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

Kali ini, produsen tepung terigu yang mayoritas pelanggannya adalah UKM tersebut melakukan pelatihan membuat makanan berbasis terigu kepada 37 orang perwakilan dari 20 pondok pesantren (ponpes) di wilayah Tapal Kuda dan Jember, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan dilaksanakan saat acara pelantikan pengurus LKPP Lembaga Kemitraan Pondok Pesantren (LKPP) se-Tapal Kuda dan Jember, Jawa Timur, Divisi Bogasari beberapa waktu yang lalu.

Sejumlah perwakilan yang hadir dalam pelatihan diantaranya berasal dari Ponpes Nurul Muta’allimin, Ponpes Miftahul Ulum Suren, Ponpes An-Nur H.A., Ponpes Nurul Qur’an, Ponpes Fatihul Ulum, Ponpes Nuris Salafiyah, Ponpes Ar-Rohmah, Ponpes Ash Shidiqqi, dan lain sebagainya.

Vice President Marketing Bogasari wilayah Indonesia Timur, Yulius Ronadi mengungkapkan, pelatihan berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Ash Shidiqqi-Jember yang sudah punya usaha roti dan berkembang pesat. Saat yang bersamaan di Ponpes Ash Shidiqqi juga berlangsung pelantikan Pengurus LKPP periode 2024-2029.

"Ini adalah peluang usaha yang potensial untuk ditekuni oleh masyarakat termasuk ponpes," ungkap Yulius Ronadi dalam keterangan tertulis, Surabaya, Selasa (9/7/2024).

Ia mengungkapkan, konsep pelatihan yang dilakukan dua baker BBC adalah teori dan praktik agar para perwakilan pengurus maupun santri punya pemahaman dasar yang kuat dan mampu mempraktikkannya saat kembali ke ponpes masing-masing.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hari pertama, para peserta diberikan pengetahuan dasar seputar tepung terigu dan macam-macam kegunaannya. Pada hari kedua, peserta melakukan praktik langsung membuat aneka roti, mi dan martabak atau terang bulan. Semua peserta pelatihan dari berbagai ponpes ini mendapatkan sertifikat.

"Tentu Bogasari akan monitor dan siap melayani konsultasi teknis bila ada kendala dalam proses produksi di ponpes, terlebih yang akan menjadikannya sebagai unit usaha nantinya," ucap Yulius Ronadi.

Ia menegaskan, pelatihan makanan berbasis terigu di pondok pesantren sebenarnya sudah sering dilakukan Bogasari di sejumlah daerah pulau Jawa. Hal ini merupakan bagian dari program corpoorate social responsibility (CSR) Bogasari di bidang ekonomi umat yang bernama Santri Foodpreneur.

"Termasuk di Ponpes Sidogiri dan Ash Shidiqqi Jember, Jawa Timur yang sudah sejak beberapa tahun lalu memiliki unit usaha bakery sendiri. Khusus ponpes yang kemarin ikut pelatihan baru mau menjajaki peluangan usaha bakeri, makanya kita berikan pelatihan sebagai pembukaan," ujar Yulius.

Acara pelatihan kemarin juga dihadiri oleh beberapa ulama, tokoh masyarakat, pengasuh hingga pimpinan ponpes, antrara lain KH Mas Fu’ad (Pimpinan Ponpes Sidogiri), Prof. DR. KH Mujab (Ketum LKPP pusat), dan Dr. KH Moh. Hasib Chasbullah (Pembina LKPP), serta H. Aditya Cahyadi, Ketua Umum LKPP terpilih untuk periode 2024-2029.

"Terima kasih kepada Bogasari yang telah memberikan ilmu seputar pembuatan produk kepada para pengurus pesantren se Tapal Kuda dan Jember di acara pelantikan kepengurusan LKPP periode 2024-2029. Semoga para peserta dari ponpes bisa mengikuti jejak Ponpes Ash Shidiqqi dan Sidogiri yang sudah memiliki kemandirian ekonomi ummat berbasis pesantren," pungkas Ketua Umum LKPP periode 2024-2029, H. Aditya Cahyadi.kbc6

Bagikan artikel ini: