Targetkan 2.000, pemerintah telah bikin 200 desa wisata

Senin, 28 Juni 2010 | 15:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) menargetkan dalam lima tahun akan mengembangkan destinasi wisata pada 2.000 desa wisata. Sampai dengan saat ini, telah terealisasi sebanyak desa wisata, sebanyak 104 desa wisata terealisasi pada 2009 dan 96 desa wisata pada 2010.

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah Rahim menyatakan bagi desa yang memiliki potensi wisata besar, akan diberikan pendampingan dan pembinaan tersendiri.

“Potensi tersebut dapat berupa keunggulan secara budaya, pengembangan usaha kerajinan, rumah adat, kehidupan sosial dan keindahan alamnya,” kata Firmansyah di Jakarta, Senin (28/6/2010) seperti dilansir laman Depkominfo.

Kembudpar, lanjutnya, kemudian memberi perhatian bagi warga desa yang meminta bantuan untuk perbaikan rumah, sehingga layak dan memadai sebagai desa wisata, apalagi di desa binaan tersebut tidak tersedia hotel.

Menurut Firmansyah, pemerintah sangat senang karena masyarakat desa bersedia menjadikan rumahnya sebagai homestay (tempat penginapan) para turis. “Terkadang mereka juga meminta kepada kami agar diberi fasilitas seperti kasur dan perlengkapan lain untuk penginapan bagi wisatawan,” imbuhnya.

Sasaran lain dari program pengembangan desa wisata ini adalah desa miskin yang berada di lokasi wisata. Misalnya, daerah seputar Candi Borobudur, sehingga pengembangan kawasan wisata tersebut sedapat mungkin memberi manfaat khusus pada desa di sekitar objek wisata.

“Melalui program ini, diharapkan masyarakat memperoleh ragam manfaat. Bagi masyarakat yang mempunyai minat belajar bahasa asing, akan diberi pelatihan khusus, agar mereka bisa berinteraksi dengan wisatawan asing atau bekerja sebagai pramuwisata,” jelasnya.

Firmansyah juga mengharap agar masyarakat memahami bahwa daya tarik wisata bukan hanya pada keindahan desa, tapi juga pelayanan dengan menanamkan sadar wisata.

Dalam hal kebijakan ekonomi, Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen PDP), berusaha mendorong peningkatan ekonomi desa seperti masyarakat dibekali keterampilan pengelolaan bahan makanan, minuman dan buah-buahan.

“Tentunya perhatian akan kami berikan secara menyeluruh sehingga masyarakat desa merasakan manfaatnya, meskipun tiap-tiap desa memiliki potensi berbeda, namun tetap sama- sama berkembang,” jelas Firmansyah. kbc2

Bagikan artikel ini: