Pesantren perlu perluas jaringan usaha dan pemasaran

Senin, 12 Juli 2010 | 16:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalangan pesantren berniat untuk lebih gencar lagi memasarkan produk-produk usahanya. Mereka juga akan membuka jaringan usaha dengan berbagai pihak.

“Selama ini pondok pesantren hanya dikenal sebagai institusi pendidikan agama saja. Padahal pesantren kini sudah mengembangkan program kewirausahaan untuk menunjang sikap mandiri santri saat terjun dalam masyarakat,” kata Amrullah Z Wiryaatmaja, Ketua Umum Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI), dalam penutupan Pesantren Expo, Minggu (11/7/2010).

Selama lima hari pelaksanaan Pesantren Expo, kata dia, tak sedikit produk pesantren, seperti air mineral, makanan, hasil kerajinan tangan, telah mendapat pesanan dari barbagai pihak, mulai ritel hingga korporasi.

"Kami dari KPI tidak menghitung berapa besar transaksi yang berhasil dilakukan masing-masing pondok pesantren. Karena dalam Pesantren Expo ini, ada yang bisa langsung transaksi, ada yang cuma menerima pesanan saja. Contoh produk sarung Samarinda, di stan sini nggak ada barangnya, tapi bisa order,” ujarnya.

Amrullah menegaskan kebanyakan produk yang dikembangkan pondok pesantren masih dalam bentuk kerajinan tangan. Berbeda dengan pameran pada umumnya yang sebagian produk pabrikan.

“Kalau barang pabrikan dihasilkan dengan mesin berteknologi tinggi. Produk pesantren produk kerajinan tangan. Kecuali air mineral produk kemasan galon dan gelas, biasanya pesantren ada kerjasama dengan perusahaan lain. Dan sudah banyak pondok pesantren yang memproduksi air minineral,” ucapnya.

Selain itu,kata Amrullah, pondok pesantren mengembangkan usaha hanya melalui badan usaha koperasi, Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). "Artinya, usaha pesantren hanya didukung dari pendanaan anggotanya sendiri. Belum ada dukungan dana dari bank," cetusnya. kbc11

Bagikan artikel ini: