Rombongan juara olimpiade biologi tiba di Indonesia

Selasa, 20 Juli 2010 | 07:02 WIB ET
Tim Olimpiade Biologi Indonesia. (istimewa)
Tim Olimpiade Biologi Indonesia. (istimewa)

TANGERANG, kabarbisnis.com: Rombingan pelajar Indonesia yang berhasil meraih dua medali emas dan dua perunggu dalam Olimpiade Biologi Internasional ke-21 di Changwon, Korea Selatan, 12-17 Juli 2010, telah tiba di tanah air Senin (19/7/2010) malam.

Dua medali emas masing-masing dipersembahkan oleh Irfan Haris, siswa SMAN 1 Pringsewu, Lampung (urutan 6) dan Harun Reza Sugito, siswa SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta (urutan 10). Adapun medali perunggu masing-masing dipersembahkan oleh Danang Crysnanto, siswa SMAN 1 Wonogiri dan Thoriq Salafi, siswa MAN Insan Cendekia, Tangerang, Banten.

Kedatangan tim disambut Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Sungkowo di terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Olimpiade diikuti oleh 233 peserta dari 60 negara peserta. Dari sepuluh kali keikutsertaan Indonesia, prestasi yang diraih saat ini adalah yang terbaik.

"Prestasi ini sangat bagus bagi perkembangan Biologi di Indonesia. Saya harapkan tim Kimia dan Fisika bisa mengikuti tim Biologi," kata Sungkowo seperti dilansir laman Depkominfo, Selasa (20/7/2010).

Pada ajang yang sama tahun lalu di Jepang, tim Biologi Indonesia meraih tiga medali perak dan satu perunggu. Sebelumnya, tim Indonesia juga pernah meraih medali emas di Argentina.

"Saingan terberat dari Cina dan Taiwan, tetapi kalau negara kawasan Eropa masih kalah dengan kita," ujarnya.

Sungkowo memaparkan bahwa para peraih medali di tingkat internasional akan mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Untuk peraih medali emas akan diberikan beasiswa sekolah sampai jenjang S3, untuk perak sampai S2 dan perunggu sampai S1. "Beasiswa diberikan baik di dalam maupun di luar negeri di manapun siswa memilih," katanya.

Irfan, peraih medali emas, mengatakan bekal yang didapatnya selama pelatihan cukup signifikan. Menurut dia, soal-soal yang diujikan di Korena telah dilatihkan selama di Indonesia. "Suasananya sangat kompetitif. Ada perasaan grogi, tetapi tetap berusaha semaksimal mungkin," ujarnya. kbc3

Bagikan artikel ini: