Pemerintah belum tentukan operator Suramadu

Minggu, 22 Maret 2009 | 16:40 WIB ET

JAKARTA: Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum belum memutuskan institusi atau lembaga yang akan menjadi operator Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu). Pemerintah tengah mengkaji menyerahkannya kepada badan pengelola, BUMN, atau pihak lain melalui proses tender.

Pengoperasian yang dimaksud misalnya institusi atau lembaga yang harus bayar listrik, sedangkan proses pemeliharaan (maintenance) tetap diserahkan kepada konsorsium kontraktor.

"Memang belum kami putuskan, masih perlu waktu untuk melakukan kajian apakah dapat difungsikan sebagai jalan tol," kata Direktur Bina Program Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Taufik Wijoyono di Jakarta, Minggu (22/3/09).

Kajian, katanya, diperlukan untuk mengetahui apakah Jembatan Suramadu layak menjadi jalan tol. Apabila jembatan antarpulau itu layak menjadi jalan tol, berarti tidak semua kendaraan bisa melewati begitu saja.

Menurut dia, kemungkinan pengendara sepeda motor yang melintas di jembatan itu akan dikenai tarif juga belum diputuskan. Untuk pengendara sepeda motor telah diberi jalur khusus yang terpisah dari jalur kendaraan roda empat atau lebih. Pemisahan jalur itu ditandai pembatas berupa pagar terbuka.

"Kecepatan angin mencapai 12 meter per detik akan mengganggu laju sepeda motor yang lewat jembatan, sehingga dapat membahayakan keselamatan pengemudi," ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Jalan tol pada Jembatan Suramadu merupakan jalur alternatif selain penyeberangan dengan kapal feri sebagai jalur utama. "Sehingga kehadiran Jembatan Suramadu tidak akan mematikan transportasi dengan kapal feri."

Jembatan Surmadu, kata Taufik, akan diresmikan Juni 2009 dengan masa ujicoba selama 1 pekan - 2 pekan sebelum dioperasikan secara penuh.

Konsorsium kontraktor dari China serta PT Adhi Karya Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., PT Hutama Karya, dan PT Waskita Karya masih memberi garansi meskipun Membatan Suramadu telah selesai dibangun.

Pembangunan jembatan Suramadu saat ini untuk bentang tengah sudah tersambung sedangkan jalan pendekat dari Surabaya sedang diselesaikan, dan akses hampir selesai seiring dengan tuntasnya pembebasan tanah. (kb2)

Bagikan artikel ini: