Bakrie Telecom peroleh pinjaman dari China

Kamis, 12 Agustus 2010 | 17:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) meraih pinjaman dari Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) sebesar US$300 juta. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan.

Presiden Direktur BTEL, Anindya Bakrie mengungkapkan BTEL dan ICBC hari ini menandatangani memorandum pembiayaan dalam bentuk kurs Renminbi (RMB), dengan nilai yang setara US$300 juta.

"Pinjaman ini merupakan bentuk kepercayaan lembaga keuangan China terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia. Ini merupakan perjanjian yang mencerminkan kolaborasi Asia sesungguhnya, di dalam perekonomian global yang digerakkan oleh Asia. Dukungan dan kepercayaan dari ICBC akan membantu mempercepat perluasan jaringan kami," ujar Anindya dalam siaran persnya, Kamis (12/8/2010).

Anindya mengatakan, BTEL menjadi operator telekomunikasi pertama di Asia Tenggara yang menerima RMB Buyer’s Credit dari bank komersil terbesar di Cina tersebut. ICBC sendiri secara agresif telah menempatkan dirinya di tengah kekuatan utama ekonomi di kawasan Asia Tenggara, dengan fokus di sektor infrastruktur, telekomunikasi, otomotif, dan manufaktur.

Pada bulan April yang lalu, BTEL berhasil memperoleh US$250 juta dari sejumlah investor internasional melalui penerbitan obligasi global.

"Lebih dari 50% obligasi tersebut diserap oleh investor-investor dari Amerika Serikat dan Eropa, sementara sisanya oleh investor-investor dari Asia," ujar Anindya.

Selain BTEL, lembaga keuangan asal China juga telah memberikan pinjaman kepada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar US$1,9 miliar yang juga merupakan anggota kelompok usaha Bakrie. kbc3

Bagikan artikel ini: