Pembangunan tol porong molor

Selasa, 24 Maret 2009 | 13:42 WIB ET

Kerugian Jatim capai 33 triliun

SURABAYA: Pembangunan tol porong belum juga terealisasi. Padahal, pembangunan jalan bebas hambatan tersebut merupakan satu-satunya alternatif akses jalan yang bisa menghubungkan Surabaya dengan daerah bagian timur, dari Malang hingga Banyuwangi.

”Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan pembangunan jalan tol tersebut secepatnya, karena kerugian kemacetan yang ditimbulkan oleh luapan lumpur di Porong mencapai Rp33 triliun,” kata Gubernur Jatim Soekarwo usai membuka Pasar lelang komoditi ke-55 Disperindag Jatim di gedung Bank Jatim Surabaya, Selasa (24/3/09).

Hingga kini, kata dia, pembebasan lahan untuk proyek tol Porong baru mencapai 56%. Sedangkan sisanya masih dalam negosiasi.

”Semua pihak sebenarnya sudah setuju. Bahkan kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menginstruksikan kepada Bina Marga agar membuka jalur tol mereka sebagai akses pembangunan proyek tersebut. Bina Marga juga sudah setuju,” kata mantan sekda Jatim itu.

Pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). BPN telah berjanji untuk segera mencari formulasi yang tepat dalam pembangunan jalan tol.

”Ini adalah kepentingan bersama dan harus secepatnya diwujudkan. Dana pembanguanan jalan tol sebesar Rp1,3 triliun juga sudah tersedia,”. (kb8/kb3)

Bagikan artikel ini: