Desa wisata Bandung Selatan terganjal dana

Senin, 11 Oktober 2010 | 22:04 WIB ET
Agrowisata di Bandung Selatan
Agrowisata di Bandung Selatan

BANDUNG, kabarbisnis.com: Dana pengembangan desa wisata berbasis alam di Bandung Selatan, sangat terbatas.APBD Kabupaten Bandung tahun 2010 hanya menganggarkan Rp100 juta untuk enam desa wisata di Rancabali, Alam Endah, Patenggang, Lebak Muncang, Sugih Mukti, dan Lamajang Pangalengan.

Karenanya pengembangan desa wisata yang memiliki potensi alam, budaya, kerajinan khas, agrowisata, dan peternakan itu, masih terganjal.

"Keberadaan desa wisata ini sangat mendesak, mengingat bergesernya pola arus kunjungan wisatawan dari sentra kota Bandung ke wilayah pinggiran, Bandung Selatan, belum diimbangi dengan fasilitas kamar serta destinasi baru sesuai tuntutan dan keinginan pasar yang menginginkan berwisata dengan nuansa lingkungan alami, suasana berbeda ," ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Dispopar) Kab. Bandung Dicky Anugrah, saat dialog pada media gathering wartawan Budpar di Bandung, kemarin.

Selain itu, sambung Dicky, pemekaran wilayah menyebabkan Pemda di pinggiran kota provinsi dituntut kreatif mengembangkan wilayahnya. Bandung Selatan pun tak ingin ketinggalan dengan wilayah lain. Namun sayangnya terkendala dengan dana sehingga pengembangan desa wisata pun tersendat.

Diakuinya, dana pengembangan desa wisata di Bandung Selatan akan digunakan untuk pembenahan destinasi, penataan lokasi, pemandu wisata desa yang profesional dan sosialisasi masyarakat sehingga keberadaan desa wisata bisa menjadi obyek wisata alternatif.

Juga, dapat menampung wisatawan yang ingin bermalam mengingat akomodasi kamar di kawasan Bandung Selatan masih sangat terbatas. Sehingga, jika wisatawan nginap di desa wisata itu maka ada dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat di desa wisata, jelasnya.

Selama ini, objek wisata di Bandung selatan, seperti Situ Cileunca, Kawah Putih, wisata petualangan, wisata alam, arung jeram dan beberapa agro-ekowisata menjadi andalannya. Padahal, kultur masyarakat dan potensi yang dimiliki beberapa desa di Kab. Bandung, juga bisa dijadikan objek wisata, papar Dicky.

"Karenanya, kami mengharapkan Kementrian Kebudayaan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bidang

pariwisata dapat memberikan dukungan untuk pengembangan wisata desa di Bandung Selatan. Dukungan itu bisa dalam bentuk dana,

pelatihan dan kegiatan yang dapat memajukan desa wisata," harapnya. Kbc10

Bagikan artikel ini: