Pembangunan Jaya Ancol rambah bisnis tol

Kamis, 18 November 2010 | 18:14 WIB ET
Teuku Sahir (kiri) dan FX Husni (kabarbisnis.com/Purna Budi)
Teuku Sahir (kiri) dan FX Husni (kabarbisnis.com/Purna Budi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan pengelola tempat rekreasi bakal melakukan diversifikasi usaha. Perseroan akan merambah bisnis jalan tol.

”Perseroan masuk ke bisnis jalan tol sebagai bagian dari diversifikasi bisnis. Namun, kami lebih memilih menggarap proyek jalan tol yang bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat menuju Ancol,” ujar Sekretaris Perusahaan PJAA FX Husni di sela-sela acara Investor Summit and Capital Market Expo 2010 di Gramedia Expo Surabaya, Kamis (18/11/2010).

Husni mengatakan, ruas tol yang akan digarap adalah ruas Cakung-Cililitan-Ancol sepanjang 4,5 kilometer. Perseroan akan mengerjakan proyek tersebut bersama satu perusahaan lain yang masih dalam satu Grup Pembangunan Jaya dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Divisi Keuangan Ancol Teuku Sahir menambahkan, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp120 miliar untuk konstruksi pembangunan jalan tol tersebut. Adapun untuk biaya reklamasi disiapkan dana Rp150 miliar. ”Sumber pendanaan kami dapatkan dari kas internal dan pinjaman perbankan. Kami juga menjajaki kemungkinan emisi obligasi maupun rights issue,” jelasnya.

Menurut Sahir, perseroan merambah bisnis jalan tol dengan dua tujuan. Pertama adalah diversifikasi usaha. Selama ini perseroan lebih fokus ke pengelolaan bisnis rekreasi. Dengan lini bisnis baru, diharapkan kinerja PJAA bisa semakin terkatrol.

Tujuan kedua adalah menciptakan sarana pendukung untuk menunjang bisnis utama perseroan di bidang rekreasi. ”Karena itu, kami memilih jalan tol yang bisa menjadi akses masyarakat menuju Ancol,” ujarnya.

Per kuartal III/2010, PJAA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp623,308 miliar, tumbuh 22,53% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor pendapatan terbesar adalah dari bisnis sektor rekreasi yang mencapai Rp417,015 miliar. kbc5

Bagikan artikel ini: