Jelang Ceng Beng, tiket pesawat naik 100%

Sabtu, 26 Maret 2011 | 15:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jelang ceng beng atau sembayang kubur bagi masyarakat Tionghoa, setiap tanggal 5 April ternyata diiringi kenaikan harga tiket pesawat ke sejumlah daerah yang mayoritas banyak warga keturunan, seperti Medan, Pontianak, Batam, Semarang dan Surabaya. Kenaikan tiket hingga mencapai 100% lebih.

Kenaikan harga tiket pesawat terjadi hampir seluruh maskapai. Misalnya untuk pesawat Lion Air dari Jakart tujuan Medan yang sehari-hari harganya Rp 520.000 menjadi Rp1,1 juta. Juga, Batavia Air, Sriwijaya dan maskapai lainnya harganya sudah di atas Rp 1 juta untuk pesanan Sabtu ini. Harga bisa melonjak lagi menjelang satu dua hari sembayang kubur.

"Wah, maskapai kita mencari kesempatan menggeruk uang penumpang, yang tahu kalau ada peringatan sembayang kubur. Ini nggak bener, regulator harus menindak kenaikan harga tiket yang menggila ini," papar Hartono Setiawan, warga Kebayoran saat memesan tiket di konter penerbangan swasta di Jalan Gajahmada Jakarta, Sabtu (26/3/2011). Hartono bersama keluarganya akan melakukan sembayang kubur kepada lelehurnya di Singkawang Kalimantan Barat.

Diakuinya, kenaikan ini sangat tidak wajar, maskapai hanya menggeruk keuntungan dengan memanfaatkan hari-hari penting seperti Lebaran, Natal, Imlek juga Ceng Beng. Seharusnya pemerintah mengawasi harga tiket, karena yuang dirugikan adalah konsumen.

"Saya terima kalau kenaikan itu secara wajar. Namun ini tak wajar," katanya sambil menambahkan meski harga tiket pesawat melonjak, terpaksa berangkat karena tradisi Ceng Beng tak bisa dilepas begitu saja.

Hal senada juga diutarakan Michael Tang, mahasiswa perguran tinggi yang akan mudik ke Medan. "Saya nggak tahu kalau kenaikan sampai 100% lebih, benar-benar gila. Biasanya saya beli hanya Rp550.0000 kini mencapai Rp1,2 juta. Saya masih untung pesan sekarang, kalau pada hari hanya bisa mencapai Rp2 juta. Dan ini pernah saat Imlek," ungkapnya. Kbc10

Bagikan artikel ini: