Minimalkan bencana ekologis, 3 BUMN perkebunan tanam 1.200 pohon

Selasa, 12 April 2011 | 13:31 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sadar akan pentingnya lingkungan hijau dan bersih (green and clean), tiga BUMN Perkebunan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, XI, dan XII yang berkantor pusat di Surabaya melakukan kegiatan penanaman pohon di musium Golf A. Yani Gunungsari Surabaya.

Rencananya, ada sekitar 1.200 pohon yang akan ditanam, terdiri dari 1.050 pohon Jabon, 100 pohon sengon dan 50 pohon mangga. Acara yang akan digelar besok, Rabu (13/4/2011) ini ditujukan untuk ikut serta meminimalisir dampak pemanasan global berupa banjir dan tanah longsor.

Menurut Direktur Keuangan, SDM dan Umum PTPN XI Soenarri Yono BS, selain sebagai wujud kepedulian BUMN terhadap kondisi lingkungan yang perlu perhatian khusus agar berbagai malapetaka ekologis dapat dihindari, namun kegiatan ini juga sebagai wujud partisipasi BUMN Perkebunan pada program pemerintah penananam 1 milyar pohon.

"Malapetaka ekologis dapat berupa banjir dan tanah longsor akibat penggundulan hutan dan eksploitasi sumber-daya alam lain yang tidak memperhatikan kaidah konservasi," terang Soenarri Yono, Selasa (12/4/2011) .

Selain itu, lanjutnya, dapat pula berupa meningkatnya gas buang yang berefek meningkatnya karbondioksida di udara oleh pencemaran industri dan dan kendaraan bermotor. Dan pohon memungkinkan manipulasi mekanik air hujan dapat tereduksi dan menyerap gas penyebab rumah kaca.

"Untuk itu, kami berkomitmen dengan melakukan penanaman pohon," tegasnya.

Sementara pemilihan lokasinya karena pertimbangan historis. Karena Musium Yani Golf tidak sekedar padang golf tertua di Surabaya, tetapi juga menjadi saksi perlawanan para pemuda yang tergabung dalam Tentara Rakyat Indonesia Pelajar (TRIP) dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari cengkeraman kolonial.

"Yani Golf adalah tempat pertempuran melawan Sekutu, khususnya Inggris," ungkapnya. 

Lebih lanjut Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi mengakatan, ke tiga BUMN Perkebunan tersebut adalah BUMN yang telah merayakan ulang tahun ke-15 secara bersamaan pada tanggal 11 Maret 2011 lalu.

"Meskipun sebagian besar unit usaha strategik ketiga BUMN sudah eksis sejak masa kolonialisme, tanggal 11 Maret 1996 diperingati sebagai hari jadi karena inilah momen restrukturisasi korporasi berupa penggabungan 32 PTP menjadi 14 PTPN," terangnya.

PTPN X merupakan BUMN dengan core business gula melalui pengoperasian 11 pabrik gula (PG) dan tembakau merupakan hasil peleburan PTP XIX, XXI-XXII, dan XVII. Sedangkan PTPN XI yang hanya mengelola gula melalui 16 PG yang lebih dari 80% bahan bakunya berasal dari tebu rakyat, hasil peleburan PTP XX dan XXIV-XXV.

"Ini berbeda dengan PTPN XII yang mengelola aneka tanaman, mulai dari kopi, kakao, teh, kelapa, karet, dan lain-lain, berasal dari penggabungan PTP XXIII, XXVI, dan XXIX,".

Dalam perjalanan panjangnya, ulas Adig, PTPN XI telah berperan penting dalam program pembangunan ekonomi Indonesia yang memberikan kontribusi baik langsung maupun tidak langsung.

Kontribusi langsung berupa ekspor yang menghasilkan devisa, penyerapan tenaga kerja, aneka macam pembayaran kepada negara dan daerah (pajak, retribusi, deviden), serta terselenggaranya sistem produksi berkelanjutan (sustainable production system) yang bersentuhan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi regional.

Sementara kontribusi tidak langsung berupa multiplier effects yang diciptakan dalam bentuk perluasan kesempatan kerja dan peluang berusaha lebih banyak.kbc6

Bagikan artikel ini: