12 Mahasiswa asing belajar budaya Indonesia di Surabaya

Selasa, 3 Mei 2011 | 02:21 WIB ET
(dok. kabarbisnis.com)
(dok. kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keberhasilan Surabaya sebagai tuan rumah ketika menangani Beasiswa seni Budaya Indonesia (BSBI) dari berbagai negara tahun lalu menjadi salah satu dasar pertimbangan Kementriam Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mengadakan kegiatan serupa tahun ini. Hal itu menunjukkan bahwa Surabaya mampu menyelenggarakan dan membuat program berkaitan dengan budaya dan pariwisata di tingkat internasional.

Perwakilan dari Kemenlu RI, dari Direktorat Diplomasi Publik, Riaz J.P. Saehu, mengatakan, BSBI sendiri merupakan program pertukaran pelajar Kemenlu RI yang diberikan kepada mahasiswa dari berbagai penjuru dunia untuk mempelajari kesenian dan budaya tanah air. Program yang telah berjalan selama sembilan tahun ini setiap tahunnya memberikan kesempatan kepada 60 mahasiswa yang berasal dari negara berbeda-beda.

"Dari 60 mahasiswa tersebut, 12 orang di antaranya ditempatkan di Surabaya. Mereka berasal dari Timor Leste, Tonga, RRC, Samoa, Jepang, Solomon, Nauru, Afrika Selatan, Suriname, Austria, Italia serta Indonesia sendiri," ujarnya di sela-sela acara penempatan para mahasiswa tersebut di Surabaya, Senin (2/5/2011).

Dia menyatakan, BSBI merupakan program long term yang manfaatnya akan didapatkan di masa mendatang. Total mahasiswa yang ikut berjumlah 385 orang dari berbagai negara, dan tahun ini merupakan yang terbanyak, yaitu sejumlah 60 orang.

Esther Rigolette Abbigail, mahasiswa asal Suriname mengaku senang dapat terpilih dalam program ini. Esther mengetahui program ini ketika orang tuanya dikasih tahu oleh Indonesia Arts & Culture Scholarships di KBRI di Suriname. Dia mengaku bahwa kakek buyutnya berasal dari Surabaya. Dan dia termotivasi mengikuti program ini guna memperdalam bahasa dan budaya leluhurnya.

Sebagai tuan rumah, GM Surabaya Plaza Hotel (SPH), sekaligus ketua Depari Jatim, Yusak Anshori mengatakan, pihaknya tetap konsisten dalam upaya mempromosikan budaya Surabaya dan Jawa Timur dalam berbagai bentuk. "Dan peran aktif kami dalam BSBI ini merupakan bukti nyatanya. Selama pelatihan tari tradisional, SPH merupakan home base-nya. Di mana pada setiap akhir pelatihan, mereka akan menampilkan kemampuan tariannya di lobby hotel," tuturnya. kbc4

Bagikan artikel ini: