Minat baca kurang, pameran buku seret

Rabu, 1 Juni 2011 | 16:07 WIB ET
Salah satu toko buku di Surabaya (dok. kabarbisnis.com)
Salah satu toko buku di Surabaya (dok. kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rendahnya minat baca membuat beberapa pameran buku yang diselenggarakan di Jawa Timur, khususnya Surabaya, tidak menuai sukses. Selain itu, toko buku besar yang mengusung konsep ruang pamer (showroom) juga menggerus minat pengunjung untuk mendatangi pameran buku.

"Saat ini toko buku sudah mengunsung konsep baca di tempat. Beberapa kali kami mengadakan even pameran buku tidak sesukses pameran lain seperti pameran komputer. Nilai transaksi pun jauh dari target," kata Branch Manager Surabaya Dyandra Promosindo, Yusuf Karim Ungsi, saat ditemui kabarbisnis.com, Rabu (1/5/2011). Dyandra Promosindo adalah perusahaan penyelenggara pameran.

Yusuf mengatakan, bila dibandingkan dengan pameran komputer, pameran buku terpaut jauh, baik dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya. Ia mencontohkan, pameran buku yang sempat diadakan Dyandra tahun lalu.

Dalam pameran selama 10 hari, peserta pameran hanya mencatatkan penjualan total sebesar Rp4 miliar dengan pengunjung sekitar 40.000 pengunjung. Rata-rata transaksi tiap hari pada pameran buku hanya berkisar Rp 400 juta, kalah jauh dibandingkan pameran komputer misalnya yang transaksinya bisa mencapai Rp1,5 miliar per hari.

"Kalau pameran komputer, dalam penyelenggaraan 5 hari saja, seluruh peserta pameran bisa membukukan hingga Rp7,5 miliar transaksi dengan pengunjung sekitar 50.000 orang," ujarnya.

Kedua pameran ini diakuinya memang tidak bisa dibandingkan secara langsung, lantaran barang yang dijual berbeda dari sisi harga dan kebutuhannya. Meski demikian, dari antusiasme pengunjung, Yusuf menyimpulkan, publik Surabaya kurang merespons terhadap pameran buku. Berbeda dengan pameran komputer di mana publik akan terus membanjir, terlebih jika ada produk baru diluncurkan. kbc8

Bagikan artikel ini: