Filosofi bisnis menebar rahmat ala pesantren

Kamis, 6 Oktober 2011 | 15:53 WIB ET
Mahmud Ali Zein
Mahmud Ali Zein

SURABAYA, Ekonomi berbasis pesantren semakin bergeliat. Bisnis yang digerakkan oleh para santri ini sudah mulai dikelola profesional dan tak bisa diremehkan.

Salah satu rujukan utama keberhasilan ekonomi berbasis pesantren adalah Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Bisnis kelompok usaha Ponpes Sidogiri menggurita dari koperasi, ritel, hingga jasa keuangan syariah. Omzetnya mencapai Rp1,3 triliun dengan serapan tenaga kerja 1.300 orang.

Ponpes Sidogiri sendiri kini mempunyai 8.000 santri yang terdiri atas 5.000 santri putra dan 3.000 santri putri. Ponpes ini didirikan pada 1745 atau 200 tahun sebelum Indonesia merdeka. Ponpes ini mendirikan madrasah pada 1938 atau tujuh tahun sebelum Indonesia merdeka.

Bagaimana kiat dan gambaran bisnis yang digarap oleh Ponpes Sidogiri? Berikut wawancara dengan Pengasuh Ponpes Sidogiri, KH Mahmud Ali Zein.

Apa saja lahan bisnis yang dikembangkan oleh Sidogiri?

Ada tiga yang kami kembangkan, yaitu BMT MMU yang fokus pada pemberdayaan guru, BMT UGT yang melayani jasa keuangan syariah secara umum, dan Koperasi Ponpes (Kopontren).

Bisa diceritakan awal mula bisnis Ponpes ini?

BMT kali pertama didirikan pada 1997 dengan hanya bermodalkan Rp13,5 juta. Niat kami sederhana: bagaimana ponpes ini bisa mandiri untuk terus melanjutkan ikhtiar mendidik para santri dan masyarakat.

Pelan tapi pasti, alhamdulillah bisa terus membesar. Hingga 2010, omzet keseluruhan lini bisnis kami mencapai Rp1,3 triliun dalam setahun. Cabang-cabang kami sudah mencapai 180 unit di seluruh Indonesia. Cabang-cabang kami tidak hanya ada di Jawa Timur, tapi juga di Kalbar, Kalteng, Kaltim, DKI Jakarta, dan Jabar. Ke depan kami menjajaki membuka cabang di Bali, NTB, Bali, dan Sulawesi, bahkan Papua. Kami menggunakan jaringan alumni dan para santri untuk membangun bisnis ini. Santri kami tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ada yang kini berkiprah di Yaman, Arab Saudi, dan Mesir.

Kopontren Sidogiri juga terus merambah bisnis ritel. Bagaimana perkembangannya?

Kopontren Sidogiri membangun jaringan gerai ritel, terutama di wilayah Pulau Madura. Saat ini di Pulau Madura ada 16 unit minimarket Kopontren Sidogiri. Tahun ini diharapkan ada penambahan 18 unit Kopontren lagi di sejumlah wilayah.

Memang kami masih jauh jika dibandingkan Indomaret atau Alfamart, tapi kami berikhtiar agar usaha ini terus besar dan memberi maslahat bagi umat.

Gerai ritel itu juga memasarkan produk dari para santri?

Kami memproduksi sejumlah barang sendiri, seperti air minum dalam kemasan (AMDK) merek Santri. Semua yang kami jual adalah produksi dalam negeri.

Apa filosofi bisnis yang coba dibangun oleh Ponpes Sidogiri?

Kami membangun bisnis dimaksudkan sebagai sumber pendanaan bagi ponpes. Bisnis ini tidak dimaksudkan hanya mencari untung belaka, tapi bagaimana kita bisa menebar rahmat untuk umat. Tenaga kerja tidak hanya dari kalangan santri, namun juga dari masyarakat luas.

Karena ikhtiar membangun usaha ini pula, kami secara rutin mengirim guru ke seluruh pelosok Indonesia. Tahun lalu ada 553 guru yang kami kirim ke seluruh pelosok Indonesia. kbc5

Bagikan artikel ini: