Dirjen Migas: Perlu dibentuk BLU untuk migas

Sabtu, 2 Mei 2009 | 11:10 WIB ET

JAKARTA: Pemerintah mengkaji pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) yang mengurusi pengadaan lahan untuk proyek pembangunan infrastruktur hilir minyak dan gas, termasuk kilang minyak.

Direktur Jendral Migas Departemen ESDM Evita Legowo menyatakan, pihaknya berusaha untuk membentuk BLU yang khusus berurusan soal lokasi proyek-proyek infrastruktur hilir migas.

“Sehingga para investor akan semakin mudah dalam menjalankan bisnisnya. Pengadaan lahan sering menjadi masalah dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur,” papar Evita sebagaimana disiarkan Antara.

BLU yang dimaksud akan menyerupai Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) yang bertanggung jawab dalam mengatur pembangunan jalan tol termasuk dalam pengadaan lahan.

Selain berencana membentuk BLU, Evita juga menyiapkan pengajuan pemberian insentif bagi para investor.

“Kami akan mengajukan kepada Menteri Keuangan untuk menyediakan insentif bagi para investor agar dapat membangun sejumlah kilang minyak di sini,” papar Evita.

Insentif meliputi jaminan pemerintah dan barang-barang impor. Insentif lain yang dapat diajukan misalnya, membebaskan deviden dari pajak, insentif pajak selama 20 tahun berdasarkan UU No 62/2008, dan menghapus PPN atas komponen impor yang digunakan selama pengoperasian kilang minyak.

Berdasarkan UU No 62/2008, pemerintah menyediakan insentif fiskal kepada investor yang berminat masuk dalam pembangunan kilang minyak.

“Selain itu, dengan adanya jaminan dari pemerintah, maka investor bisa mengakses dana dengan bunga yang rendah seperti yang diperoleh investor yang terlibat dalam proyek pembangkit listrik 10.000 MW,” jelasnya.

Evita berharap seluruh persoalan yang terkait dengan pembangunan kilang minyak dapat diselesaikan bulan ini. Ada dua kilang minyak yang diharap segera beroperasi tahun ini.

Kedua kilang tersebut dimiliki oleh PT Tri Wahana Universal di Bojonegoro, Jawa Timur dengan kapasitas 6000 barel per hari (bph) dan PT Kilang Muba di Musi Banyuasin, Sumatera Utara dengan kapasitas 800 bph. kbc7

Bagikan artikel ini: