PTPN XII incar Rp32 miliar dari bisnis hilir

Rabu, 7 Desember 2011 | 11:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII terus mamacu kinerja industri hilir. Melihat keberhasilannya pada tahun ini, perusahaan perkebunan pelat merah ini menargetkan mencapaian omset industri hilir pada tahun depan menjadi Rp32 miliar. Itu berarti naik dari target tahun ini yang hanya sebesar Rp22 miliar.

"Omset kami di tahun depan ditargetkan bisa naik dikisaran Rp32 miliar. Besarnya kenaikan target tersebut dengan melihat realisasinya di tahun ini yang kami perkirakan bakal mencapai Rp29 miliar," kata Manajer Unit Usaha Industri Hilir PTPN XII, Setyo Wuryanto, di Surabaya, Rabu (7/12/2011).

Untuk mencapai target tersebut, selain mengandalkan penjualan veneer yang pada tahun ini realisasinya cukup besar, Unit Usaha Hilir juga akan menggenjot penjualan kopi dan teh dengan menyasar ke berbagai hotel dan kafe kelas menengah atas.

"Tahun ini, kontribusi penjualan kopi masih sekitar 20% sedangkan teh mencapai 10%. Dengan upaya yang akan kami lakukan, kami berharap penjualannya akan semakin tinggi sehingga kontribusinya pun menjadi lebih besar" kata Setyo.

Selain itu, promosi untuk berbagai varian kopi kualitas tinggi atau unggul, seperti kopi Arabika jenis Typika Jampit juga akan digencarkan. Arabika Jenis Typika Jampit adalah jenis varietas kopi lama yang dibudidayakan kembali oleh PTPN XII di wilayah Kawah Ijen.

"Selain Typika Jampit, kami masih punya enam lagi jenis kopi Arabika dengan kualitas unggul dan empat jenis kopi Robusta kualitas unggul. Ini yang akan kami kembangkan lagi dan akan kami promosikan kembali di pasaran," terangnya.

Upaya yang juga akan dilakukan adalah dengan mengekspor kopi Luwak ke Korea dan Jepang. Karena selama ini ekspor kopi luwak belum dilakukan secara terencana. Hanya ada pembeli dari luar negeri yang mampir ke Rollaas Kafe dan membelinya sebagai souvenir untuk dibawa pulang ke negaranya.

"Tahun ini sudah kami lakukan penjajakan dan ujicoba ekspor ke dua negara tersebut. Hasilnya, ekspor kopi luwak mencapai dua ton per tahun. Tahun depan, kami perkirakan volume ekspor akan meningkat menjadi empat ton hingga lima ton per tahun," terang Setyo.

Selain itu, penambahan jumlah gerai Rollaas Kafe juga akan diperbanyak. Jika pada tahun ini jumlahnya masih tiga unit, maka di tahun depan akan ditambah 4 unit gerai di Bali dan di Jakarta.

"Sehingga tahun depan, total gerai Rollaas Kafe akan menjadi tujuh unit," katanya. kbc6

Bagikan artikel ini: