PTPN XII mulai garap bisnis gula cetak

Jum'at, 6 Januari 2012 | 13:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII mulai merambah bisnis baru di bidang pergulaan. Selama ini, perusahaan perkebunan pelat merah itu menggarap bisnis karet, kopi, kakao, teh, dan kayu-kayuan.

Direktur PTPN XII, Soewarno, mengatakan, perseroan saat ini masuk ke bisnis gula cetak atau gula merah berbahan dasar tebu. "Kami sudah bangun pabrik gula cetak berbahan baku tebu berkapasitas 5 ton per hari di Kalirejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Investasinya Rp6 miliar,” kata Soewarno.

Dia menuturkan, bisnis baru ini adalah bagian dari diversifikasi bisnis perseroan. Produk gula cetak ini mirip gula kelapa, namun bahan bakunya dari tebu. Pasar yang dibidik antara lain industri kecap.

Untuk masa giling pabrik gula cetak berbahan baku tebu itu dalam setahun dirancang selama 300 hari dan disiapkan lahan tebu seluas 100 hektar. Namun, jika daya serap pasarnya bagus, areal lahan akan dikembangkan. Ini karena lahan yang tersedia masih cukup luas, yakni sekitar 3.000 hektar yang cocok untuk budidaya tebu. “Areal lahan untuk tebu kami cukup luas. Selama ini. Kami juga memasok tebu ke pabrik gula milik PTPN XI,” paparnya.

Per 2011, pendapatan perseroan diprediksi lebih dari Rp1 triliun. Sekitar 60% pendapatan ditopang oleh ekspor karet lembaran. Laba diproyeksikan mencapai Rp119 miliar.

"Produk karet lembaran yang dihasilkan memperoleh harga kontrak cukup bagus, yakni US$ 4,8 per kg, meskipun harga komoditas tersebut secara umum tahun ini mengalami penurunan," imbuh Sekretaris Perusahaan PTPN XII, Herry Poerwanto.

PTPN XII mengelola areal perkebunan seluas 80.927 hektar yang dibagi menjadi 34 wilayah kebun tersebar di Jawa Timur bagian timur dan barat. Tanaman yang dibudidayakan terdiri dari karet, kopi, kakao, teh dan kayu-kayuan. PTPN XII sejak beberapa tahun terakhir juga menjual produk teh siap seduh dan kopi bubuk sekaligus mengoperasikan beberapa kafe di Surabaya. kbc4

Bagikan artikel ini: