Semen Gresik pilih opsi obligasi rupiah

Kamis, 26 Januari 2012 | 11:09 WIB ET
Direktur Keuangan SMGR, Ahyanizzaman
Direktur Keuangan SMGR, Ahyanizzaman

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Semen Gresik Tbk (SMGR) lebih memilih untuk menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah ketimbang matauang asing lainnya. Perseroan sedang menyiapkan aksi korporasi penerbitan obligasi pada tahun ini dengan target dana US$400-500 juta.

"Karena revenue kami lebih banyak rupiah, kami ingin obligasi rupiah. Apalagi saat ini likuiditas dalam negeri masih cukup kuat, sehingga saya yakin pasar masih bisa menyerap," ujar Direktur Keuangan SMGR Ahyanizzaman kepada kabarbisnis.com di Surabaya, Kamis (26/1/2012).

Dia mengatakan, opsi obligasi berdenominasi mata uang asing tetap dimungkinkan. Namun, kemungkinannya kecil. "Kalau pakai foreign currency, harus ada cost of hedging. Itu biaya lagi," ujarnya.

Menurut dia, penerbitan obligasi saat ini menjadi opsi yang paling menguntungkan ketimbang pinjaman perbankan yang bunganya lebih besar. "Pasar obligasi korporasi masih cerah. Dengan posisi Semen Gresik yang kuat, investor pasti percaya. Sehingga yield yang diminta masih sangat kompetitif dibanding bunga kredit bank," ujarnya.

"Namun, obligasi langsung cair seketika. Itu bisa negative carry kalau tidak langsung digunakan untuk proyek. Lain dengan bank loan yang bisa kita ambil menyesuaikan dengan pengerjaan proyek di lapangan," imbuhnya.

Terkait pinjaman perbankan, perseroan masih mempunyai pinjaman siaga senilai Rp1-2 triliun yang akan digunakan untuk penyelesaian pabrik Semen Tonasa, salah satu unit usaha SMGR. "Kita akan cairkan tahun ini seiring penyelesaian pabrik Tonasa," ujarnya.

Bagikan artikel ini: